Otomotif / mobil
RR Ukirsari Manggalani
Sebanyak 18 unit BMW i8 terakhir dilepas dari pabrik BMW di Leipzig, Jerman pada 25 Juni 2020. Sebagai ilustrasi mobil listrik buatan BMW [Dok BMW Group]

Suara.com - Salah satu produsen kendaraan di Jerman, Bayerische Motoren Werke atau biasa disingkat BMW menyatakan siap menyambut larangan pembuatan mobil konvensional. Yaitu kendaraan dilengkapi mesin pembakaran internal alias Internal Combustion Engine (ICE).

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, Chief Executive Officer (CEO) BMW, Oliver Zipse mengatakan perusahaan siap untuk larangan apa pun atas mobil ICE. Mulai 2030 dan seterusnya akan konsen memasarkan mobil listrik saja.

Uni Eropa sebelumnya mengusulkan larangan efektif terhadap mobil berbahan bakar fosil diawali 2035 sebagai bagian dari paket tindakan yang lebih luas untuk memerangi pemanasan global.

CEO BMW Oliver Zipse . [AFP/Tobias Schwarz].

"Kami akan siap melarang ICE. Jika suatu wilayah, kota, negara mendapat ide untuk melarang ICE, kami memiliki penawaran (mobil listrik)," jelas Oliver Zipse.

Baca Juga: Lewat Single Terbaru "Easy on Me", Adele Ajak Pemirsa Wisata Otomotif

"BMW Group tidak khawatir tentang ini. Apakah ide ini bagus, itu persoalan lain. Namun kami akan menjalankannya," imbuhnya.

Bila kompetitor lain seperti General Motors dan Volkswagen belum menetapkan tanggal akhir untuk produksi mobil ICE, maka BMW sudah bersiap. Angka tetapannya adalah 50 persen dari penjualan mobil global akan berfokus pada kendaraan listrik mulai 2030.

Komentar