Suara.com - Toyota Motor Corporation mengatakan akan menghentikan aktivitas produksi di lima pabrik Jepang pada Januari 2022 karena masalah rantai pasokan. Yaitu kekurangan chip dan situasi pandemi COVID-19.
Toyota mengatakan bahwa penghentian di pabrik akan mempengaruhi produksi sekitar 20.000 unit kendaraan. Namun hal ini disebut tidak akan mempengaruhi target tahunan mereka untuk memproduksi sembilan juta kendaraan.
Selain itu, seperti dikutip dari Investing, Toyota mengatakan pihaknya memproyeksikan pengurangan lebih besar dalam produksi kendaraan di Amerika Utara pada Januari menjadi 50.000 unit karena masalah rantai pasokan.
Sebelumnya, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan sempat kewalahan memenuhi permintaan kendaraan akibat terganggu pasokan chip semikonduktor.
Akan tetapi Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam berharap bahwa tahun depan pasokan bisa lebih stabil.
"Tahun ini memang kami sempat kewalahan mengantisipasi kenaikan permintaan. Tapi tidak sampai menghentikan produksi. Kami tetap suplai, mudah-mudahan tahun depan lebih baik lagi," ujarnya dalam sesi virtual conference, baru-baru ini.
Ia menambahkan, tahun lalu memang ada dampak dari kelangkaan chip semikonduktor. Namun untuk tahun ini Toyota berharap bahwa isu mengenai semikonduktor bisa semakin berkurang.
Dengan demikian pabrikan bisa mengantisipasi permintaan market yang sudah masuk ke fase recovery. Karena memang chip semikonduktor ini mempengaruhi segmen premium.
Baca Juga: Modifikator Asal Jepang Pamerkan Toyota GR Yaris Jadi-jadian Bermesin Kawasaki Ninja
Berita Terkait
-
10 Brand Mobil Terlaris dari Wholesales Juni 2026: Toyota Tak Tertandingi, Honda Dikejar Fuso
-
Spesifikasi Mitsubishi Xforce Hybrid: Mending Mana Lawan HR-V HEV dan Yaris Cross HEV?
-
Toyota Ungkap Alasan Belum Tertarik Rilis Hilux PHEV Meski Pesaing Mulai Bermunculan
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
10 Mobil Terlaris Semester 1 2026: Suzuki Carry Semakin di Depan
-
Mitsubishi Motors Siap Rilis XForce Hybrid Minggu Ini
-
10 Brand Mobil Terlaris dari Wholesales Juni 2026: Toyota Tak Tertandingi, Honda Dikejar Fuso
-
Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK
-
Strategi Suzuki Pertahankan Pesona Jimny Lewat Paket Modifikasi Ikonik
-
GAC Tembus 30 Juta Unit Saat Persaingan Mobil China Semakin Memanas di Indonesia
-
Bagaimana Cara Kerja Motor Hybrid? Ini Pilihan Termurah
-
Yamaha MX King Terbaru Hadir di Vietnam, Apa Bedanya Versi Indonesia?
-
Mirip Indonesia, Begini Kebijakan Terbaru China untuk Subsidi Mobil Hybrid
-
Nggak Antre! Begini Cara Praktis Cetak Bukti Bayar STNK Sendiri di Rumah setelah Bayar Online 2026