Otomotif / Mobil
Kamis, 26 Februari 2026 | 19:08 WIB
Toyota Avanza 2005 (OLX)

Suara.com - Nama Toyota Avanza sudah lama identik dengan mobil keluarga sejuta umat. Reputasinya sebagai kendaraan bandel, mudah dirawat, serta memiliki harga bekas yang terjangkau membuat banyak orang menutup mata terhadap sejumlah kekurangannya.

Padahal, di balik citra awet dan irit biaya perawatan, ada beberapa kelemahan yang sebenarnya cukup sering dikeluhkan pemilik, namun jarang dibicarakan menjadi sorotan utama.

Berikut lima kelemahan Toyota Avanza yang perlu diketahui sebelum memutuskan meminangnya, khususnya dalam kondisi seken.

Toyota Avanza 2006 (OLX)

1. Kabin Kurang Kedap dan Material Terasa Sederhana

Salah satu kelemahan yang kerap dirasakan pengguna adalah tingkat kekedapan kabin yang tergolong biasa saja, terutama pada generasi lama.

Saat mobil melaju di kecepatan menengah hingga tinggi, suara mesin dan desiran angin bisa terdengar cukup jelas masuk ke dalam kabin. Di jalanan kasar, suara dari kolong dan roda juga terkadang ikut terdengar, sehingga mengurangi kenyamanan perjalanan jarak jauh.

Selain itu, material interiornya masih didominasi plastik keras dengan desain yang fungsional namun minim sentuhan premium.

Bagi sebagian orang hal ini tidak menjadi masalah, tetapi bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan lebih senyap dan tampilan kabin yang terasa mewah, Avanza bisa terasa kurang memuaskan.

2. Suspensi Terasa Keras Saat Kosong dan Mengayun Saat Penuh

Baca Juga: Mitsubishi Xpander Tawarkan Kemewahan dan Fitur Canggih yang Sulit Disaingi Rival Low MPV

Sebagai mobil berpenggerak roda belakang pada generasi awalnya, karakter suspensi Avanza cenderung disetel untuk daya angkut. Ketika mobil dalam kondisi kosong atau hanya diisi satu hingga dua penumpang, bantingannya bisa terasa agak keras, terutama saat melewati jalan bergelombang.

Sebaliknya, ketika seluruh kursi terisi dan bagasi penuh, bagian belakang mobil terkadang terasa mengayun atau limbung saat bermanuver cepat.

Karakter ini memang umum pada MPV dengan fokus daya angkut, tetapi tetap menjadi catatan penting bagi pengguna yang sering berkendara di luar kota atau melalui jalur berliku. Banyak pemilik akhirnya melakukan modifikasi suspensi agar lebih nyaman, yang tentu menambah biaya di luar harga beli mobil.

3. Fitur Keselamatan Generasi Lama Masih Terbatas

Meski dikenal tangguh, Avanza generasi lama belum dibekali fitur keselamatan yang lengkap seperti mobil-mobil modern saat ini. Pada varian awal, fitur seperti ABS, EBD, atau airbag ganda belum tentu tersedia di semua tipe.

Sistem kontrol stabilitas elektronik juga baru hadir di generasi terbaru. Bagi pembeli mobil bekas, hal ini sering kali luput dari perhatian karena fokus utama biasanya pada kondisi mesin dan harga yang murah.

Padahal, fitur keselamatan aktif dan pasif sangat penting untuk menunjang keamanan keluarga. Jika dibandingkan dengan kompetitor yang lebih baru, beberapa varian lama Avanza memang terasa tertinggal dalam aspek perlindungan pengemudi dan penumpang.

4. Beberapa Komponen Rentan Bermasalah Seiring Usia

Walau mesin Avanza dikenal cukup bandel, bukan berarti tanpa masalah. Pada unit dengan usia pakai tinggi, beberapa keluhan yang cukup sering muncul antara lain mesin terasa ngempos, idle tidak stabil, hingga konsumsi bahan bakar yang mulai boros akibat komponen yang menua.

Sistem pendingin seperti radiator juga bisa mengalami penurunan performa jika tidak dirawat rutin, yang berpotensi menyebabkan mesin cepat panas.

Selain itu, komponen kaki-kaki seperti bushing dan shockbreaker kerap memerlukan penggantian lebih cepat apabila mobil sering digunakan di jalan rusak.

Semua ini sebenarnya wajar untuk kendaraan berumur, namun tetap perlu diperhitungkan sebagai potensi biaya tambahan setelah membeli unit bekas.

5. Handling dan Stabilitas Bukan yang Terbaik di Kelasnya

Sebagai MPV keluarga yang dirancang untuk efisiensi dan daya angkut, Avanza bukanlah mobil yang menonjol dalam hal pengendalian. Setirnya cenderung ringan dan kurang memberikan umpan balik maksimal, terutama pada generasi terdahulu.

Saat dipacu dalam kecepatan tinggi, bodi mobil bisa terasa sedikit limbung, khususnya ketika melewati tikungan atau saat harus melakukan manuver mendadak.

Hal ini bukan berarti mobil tidak aman, namun karakter berkendaranya memang lebih cocok untuk penggunaan santai dan stabil daripada agresif. Bagi pengemudi yang terbiasa dengan mobil sedan atau crossover yang lebih stabil, adaptasi mungkin diperlukan.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More