Otomotif / mobil
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Dampak gempa bumi dahsyat di Turki, tampak satu unit mobil tertimpa reruntuhan material bangunan [ANTARA]

Suara.com - Bencana alam gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sumur, Banten pada Jumat (14/1/2022). Beberapa daerah di sekitar Jabodetabek juga turut merasakan diayun aktivitas alam ini dalam kondisi cukup kencang. Termasuk mobil-mobil yang tengah berada di jalan raya.

Kelanjutannya, risiko dan kerusakannya bisa terjadi di mana saja. Baik di rumah, dalam gedung, bahkan saat tengah berada dalam mobil.

Langkah pengamanan bagaimanakah yang bisa diambil bila kita tengah berada di kendaraan?

Dikutip dari laman Korlantas Polri, pengamat keselamatan berkendara dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan.

Baca Juga: Polestar 2, Mobil Listrik Swedia Resmi Melantai di Korea

Gempa bumi di Turki ((Anadolu Agency/Ahmet Bayram)

Berikut adalah panduan menghadapi bencana alam gempa saat berada dalam mobil:

Perhatikan lingkungan

Saat sedang mengemudi, seringkali getaran yang dihasilkan gempa bumi tidak terasa karena bersamaan operasional mesin dan laju kendaraan. Ada risiko terjebak di mobil.

Gejala atau datangnya gempa bumi bisa dilihat dari riuhnya orang-orang yang menyelamatkan diri. Jika gejala ini sudah terlihat, maka pengemudi serta penumpang dalam mobil wajib mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi.

Tetap tenang untuk menghindari terjebak di mobil

Baca Juga: Ingin Beli Mobil Baru? Simak Insentif PPnBM DTP 2022 yang Berbeda dengan Edisi 2021

Melihat orang berlarian menyelamatkan diri, otomatis akan ada rasa panik. Apalagi jika sedang mengemudi atau berada di mobil.

Disarankan saat yang lain dalam keadaan panik, yang berada dalam mobil terutama pengemudi tetap tenang dan jangan ikut panik. Dengan begitu bisa berpikir logis dan memperhitungkan apa yang akan terjadi.

Jika saat gempa bumi terjadi baru saja masuk mobil yang parkir di basement, sebaiknya bergegas meninggalkan kendaraan dan evakuasi diri keluar dari tempat ini. Jika tidak sempat, cari tempat berlindung. Dikhawatirkan jika tetap berada di dalam dan terjebak di mobil akan tertimpa reruntuhan bangunan.

Selamatkan diri

Lain tempat kejadian, lain juga tindakan dan penanganan yang dilakukan.

Jika sedang berkendara di jalan raya dan terjadi gempa bumi, namun mobil masih dapat melaju dengan kecepatan minimal 20 km per jam, sebaiknya cari tempat terbuka yang dirasa aman.

Ingat, jangan memaksakan diri tetap berada di kabin karena bisa membuat terjebak dalam mobil saat gempa bumi.

Usahakan mencapai lokasi lapang, jauh dari jembatan, jembatan penyeberangan orang (JPO), baliho, tiang listrik, lampu lalu lintas, pohon, Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), serta bangunan yang rentan ambruk dan roboh saat gempa bumi terjadi.

Jika mobil terjebak dalam kemacetan dan tidak dapat melaju, jangan pikir panjang. Segera matikan mesin, dan selamatkan diri ke tempat yang aman.

Gempa bumi di dataran tinggi

Bila saat gempa bumi terjadi sedang mengemudi di dataran tinggi atau pegunungan, hal pertama yang harus dilakukan agar tidak terjebak di mobil adalah menjauhkan mobil dari lereng yang rawan longsor dan terkena material.

Parkirkan mobil di area terbuka dengan dataran yang stabil. Bila lalu lintas padat, langsung keluar dari mobil dan segera cari tempat yang aman.

Komentar