Suara.com - Kehadiran skuter matik (skutik) bergaya retro, Yamaha Fazzio Hybrid - Connected telah mencuri perhatian publik. Sayangnya, belakangan ada konsumen yang merasa kecewa karena tidak dapat memboyong produk terbaru dari Yamaha itu. Calon pembeli merasa dipersulit saat ingin membeli secara cash atau tanpa mencicil.
Merespon situasi ini, Manager Public Relation, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Antonius Widiantoro mengatakan, pihaknya mengapresiasi sebesar-besarnya atas minat konsumen yang begitu besar terhadap Yamaha Fazzio Hybrid - Connected.
Atas nama perusahaan, ia juga memohon maaf bila saat ketersediaan unit di dealer Yamaha tidak mencukupi, karena begitu diproduksi dan delivery dari pabrik, langsung terjual habis, sehingga konsumen harus inden.
"Apabila ada konsumen yang merasa dipersulit dalam hal pembelian, khususnya secara cash oleh "oknum" salesman dealer, laporkan saja kepada kami melalui Call Center Yamaha dengan menyertakan bukti nama dealer, salesman, dan lainnya. Akan kami tindak lanjuti," ujar Antonius saat dihubungi Suara.com, Senin (7/2/2022).
Lebih lanjut, Antonius menegaskan, Yamaha tidak pernah membedakan konsumen yang membeli baik secara tunai maupun kredit. Sebab perlakuannya adalah sama.
"Kami anjurkan konsumen bisa menyampaikan minat beli (inden) di dealer Yamaha dan kami mohon kesabarannya untuk menunggu, karena kami akan berusaha untuk secepatnya mengirimkan unit Fazzio kepada konsumen sesuai dengan antrean di masing-masing dealer," kata Antonius.
Sebagai informasi, Yamaha Fazzio Hybrid - Connected dibekali mesin 1-silinder berkapasitas 124,86 cc SOHC.
Mesinnya mampu menghasilkan tenaga 8,3 dk di 6.500 rom dan torsi 10,6 Nm di 4.500 rpm. Selain gayanya yang trendy, skuter Yamaha Fazzio dilengkapi teknologi baru yang disebut Yamaha Blue Core Hybrid. Harganya sendiri dipatok mulai dari Rp 21 juta on the road DKI Jakarta.
Baca Juga: Pasar Nasional untuk Skutik Retro Makin Ramai, Suzuki Belum Berniat Hadirkan Saluto?
Berita Terkait
-
Merayakan Lombok bersama Maxi Tour Boemi Nusantara
-
Yamaha Indonesia Jadi Satu-satunya Produsen Motor yang Raih Green Proper Award
-
Dealer Premium Shop Yamaha Hadir di Semarang, Menyusul Jakarta dan Bandung
-
Tukar-Tambah Sepeda Motor Jadi Peluang Bisnis Seru Jelang Mudik Lebaran 2024
-
Sirkuit Buriram Jadi Lokasi Laga ARRC 2024 Seri Perdana, Tim Indonesia Ini Yakin Berikan Prestasi Terbaik
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
4 Inspirasi OOTD Y2K Summer Style ala Asa BABYMONSTER yang Playful Abis!
-
Shin Tae-yong Mulai Revolusi di Persija, Pemain Macan Kemayoran Wajib Tunduk pada Aturan Disiplin
-
Tradisi Teknologi Selama 40.000 Tahun di Sulawesi Selatan Terungkap
-
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital
-
Elkan Baggott Resmi Gabung Millwall, Direktur Klub Ungkap Alasan Rekrut Bek Timnas Indonesia
-
Mitos Anggaran Pendidikan Kecil ala Singapura dan Jepang: Kenapa Indonesia Tidak Bisa Meniru?
-
5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
-
Argentina di Ambang Sejarah, Mampukah Albiceleste Wujudkan Back-to-Back?
-
Investor Asing Borong Saham Rp1 Triliun di Sesi I, PADI hingga BMRI Jadi Incaram
-
Peneliti: Inovasi Manusia Purba Sulsel Sudah Berkembang 40 Ribu Tahun Lalu