Suara.com - Chief Executive Officer (CEO) Hyundai, Chang Jaehoon membidik negara negara Singapura untuk mengembangkan Pusat Inovasi Global Hyundai Motor Singapore (HMGICS) sebagai landasan inovasi dalam rantai nilai mobilitas perusahaan.
Dibangun dari investasi senilai 400 juta dolar Singapura, HMGICS dijadwalkan akan selesai akhir tahun ini. Fasilitas tadi disiapkan untuk mengembangkan platform generasi baru.
"HMGICS bukanlah pabrik manufaktur dalam pengertian konvensional. Tetapi pusat R&D untuk inovasi rantai nilai dan penyediaan mobilitas masa depan," demikian dikutip dari Wapcar.
Dengan demikian proyek yang dikembangkan tidak terbatas hanya pada mobil. Tetapi mencakup moda transportasi lainnya seperti bus otonom, dan kendaraan mobilitas udara perkotaan atau taksi terbang.
Dan tidak seperti pusat R&D biasa, fasilitas Singapura masih akan melakukan penyesuaian dengan volume produksi yang tidak terlalu banyak. Sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut pusat R&D Hyundai di Singapore.
Penekanan perusahaan asal Korea Selatan ini adalah sistem produksi yang fleksibel, otomatisasi tingkat lanjut dan teknologi digital, cukup menggambarkan bila Hyundai sedang mempersiapkan pabrik modern.
Dan nantinya metode yang digunakan di HMGICS akan diluncurkan ke pabrik Hyundai lainnya di seluruh dunia.
CEO Chang juga mengatakan Hyundai sedang berupaya mengamankan pasokan baterai 170 GWh pada 2030 termasuk untuk merek Genesis yang berada di bawah payung Hyundai Group.
Baca Juga: Luncurkan Mobil Listrik Baru untuk Tahun Depan Hingga 2027, Kia Corporation Siapkan 14 Model
"Sebuah langkah penting untuk mengurangi kekurangan model BEV saat ini, terutama untuk Hyundai Ioniq 5," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Media Internasional Sorot Orang Indonesia Jual Bayi ke Singapura
-
Menteri Urusan Muslim Singapura Mundur Usai Kena Skandal Perempuan
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Channel YB Resmi Tayangkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Reza Arap Siapkan Beragam Program
-
Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Dirut Pindad Beri Bocoran Motor Listrik Prabowo: Diluncurkan 13 Agustus
-
7 Cara Ampuh Menghilangkan Luka Bekas Knalpot, Jangan Tunggu sampai Menghitam
-
Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia