Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan sosok pemobil yang dibikin kesal dengan ulah tetangganya. Pemobil tersebut emosi melihat material bangunan sampai menutup akses masuk rumahnya.
Video ini diabadikan dalam sebuah akun TikTok kamilawicaksonojewelery dan viral di media sosial.
Dalam video tersebut dikisahkan pemilik akun dan juga pemobil tengah kesal saat hendak pulang ke rumahnya. Bagaimana tidak, pemobil tersebut kesulitan untuk masuk gara-gara tetangganya yang sedang bangun rumah.
Beberapa material bangunan menutup akses jalan menuju ke rumahnya. Ia mengaku hal tersebut tak hanya sekali saja terjadi tetapi berulang kali.
"Minggu lalu plg di depan pintu gerbang isinya batu pondasi sama besi, molen dan adukan semen blm alat alat tukang," tulisnya.
Lalu di hari berikutnya, tumpukan pasir bangunan berada di tengah-tengah jalan. Para kuli bangunan pun serentak lalu memindahkan material bangunan tersebut usai melihat pemobil hendak melintas di sana.
"Saya harus lewat mana coba, mau masuk rumah gak bisa. Padahal sudah dibilangin, saya pulangnya kapan, tanggal berapa, jam berapa. Kalau kayak gini kan gak ada kepedulian sama sekali," katanya
Akibat peristiwa ini mobilnya terkena material bangunan. Roda terkena adukan semen dan besi.
"Body mobil sama pelek udah kena batu pondasi ban lewat di sisa adukan semen dan besi masih sabar," tulisnya.
Baca Juga: Gedung Sarekat Islam di Semarang Riwayatmu Kini: Sempat Nyaris Roboh dan Satukan Kaum Kere
Video ini pun menarik respons dari warganet di kolom komentar.
"Bunda ga salah karena memang itu jalan menuju rumah bunda dan untuk tukang saya lihat memang sempit untuk menaruh material tapi tidak apa-apa menurut saya," celetuk @Sayu***.
"tuan rumah yg paling bertanggungjawab... tukang jg salah asal kerja,klo yg kirim/bongkar matrial tergantung tuan rumah dan tukang bangunannya," beber @riya***.
"Pentingnya menyisihkan sebagian lahan pada saat membangun, jangan mentang-mentang tanah pribadi bangun full, jadi ga ada tempat meletakkan material," timpal @Pria****.
Untuk melihat video selengkapnya, klik DI SINI!
Berita Terkait
-
Pemkot Bontang Anggarkan Biaya Rp 11 Miliar untuk Bangun Gedung Uji Kir, Saat Ini Sedang Berlangsung Lelang Pengawa
-
Bangunan Kuno Diubah Jadi Masjid At Thohir, WNI Los Angeles Sambut Gembira Peresmiannya
-
Sewa Tempat 18 Tahun, Akhirnya Pemkot Bontang Buat Kantor untuk Satpol PP, Anggarannya Rp 7 Miliar
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Wuling Siapkan Posko Siaga 24 Jam dan Diskon Servis Mudik Lebaran 2026
-
BYD Siapkan SPKLU Fast Charging di Posko Mudik Lebaran, Eksklusif untuk Konsumen
-
Penjualan Kendaraan Niaga Naik di Februari, Kadin: Geliat Ramadan dan Berkah Proyek Pemerintah
-
Pilihan Kendaraan Komersial Ringan di Tengah Isu Impor Pemerintah
-
Daftar Mobil China Terlaris Februari 2026 BYD Masih Dominan
-
Bikin Mudik Makin Aman, Ini Camilan Sehat yang Tidak Bikin Ngantuk Menyetir
-
7 Trik Cerdas Sewa Mobil untuk Mudik Lebaran 2026: Hemat, Aman, dan Bikin Keluarga Senang
-
Mobil Bekas Cocok Dipakai Jangka Panjang: 5 Opsi Tunggangan Irit BBM, Konsumsi Kurang dari 15 Km/L
-
Daftar Lengkap Titik Macet Parah di Jawa Barat saat Mudik 2026, Hindari agar Tak Tua di Jalan
-
Tren Mobil Hybrid Meningkat Jetour T2 PHEV Siap Jadi Pendatang Baru di Pertengahan Tahun