Suara.com - Pasokan suku cadang mobil dunia saat ini tersendat dengan adanya invasi Rusia ke Ukraina. Salah satu komponen yang terhambat adalah tali pengikat kawat atau wire harness yang dibuat di Ukraina. Di mana komponen ini dipasang di ratusan ribu kendaraan baru setiap tahunnya.
Namun demikian, melansir Crast, saat ini mulai bermunculan tali pengikat terbuat dari kawat, plastik, dan karet dengan pengerjaan manual yang memakan biaya rendah.
Meski perannya tidak terlalu sentral seperti chip semikonduktor, namun krisis pasokan dinilai mampu mempercepat rencana beberapa perusahaan mobil untuk beralih ke generasi baru yang lebih ringan.
"Ini satu alasan lagi bagi industri untuk membuat transisi ke kendaraan listrik lebih cepat," kata Sam Fiorani, Kepala Perusahaan Riset AutoForecast Solutions.
Saat ini mobil bensin masih menjadi penopang terbesar dari penjualan mobil baru secara global. Hanya penjualan kendaraan listrik meningkat dua kali lipat menjadi 4 juta tahun lalu.
Sementara itu, CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan bahwa gangguan rantai pasokan seperti krisis Ukraina telah mendorong perusahaannya untuk berbicara dengan pemasok tentang beralih dari model wire harness dengan pengerjaan manual atau pengerjaan rumahan.
Hasilnya para pembuat mobil dan pemasok telah mengalihkan produksi harness ke negara-negara berbiaya lebih rendah lainnya. Sedangkan Mercedes-Benz memilih mengambil pasokan pengganti dari Meksiko.
Beberapa pemasok Jepang menambah kapasitas di Maroko, sementara yang lain telah mencari jalur produksi baru di negara-negara seperti Tunisia, Polandia, Serbia dan Rumania.
Baca Juga: Rifat Sungkar Melepas Scooter Riding Jakarta Mods MayDay 2022: Ayah Saya Pencinta Vespa
Berita Terkait
-
5 Mobil Listrik yang Aman dari Banjir, Baterai Berlapis hingga Ground Clearance Jagoan
-
PEP dan PHE Catatkan Produksi Minyak Naik 6,6% Sepanjang 2025
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah
-
Bikin Gonjang-ganjing Global, RI Bakal Pangkas Produksi Batu Bara ke 600 Juta Ton di 2026
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater untuk Keluarga Besar, Teknologi Canggih
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terkini
-
5 Komponen Vital yang Wajib Dicek Tiap 10.000 KM Agar Mesin Mobil Awet, Bukan Oli Saja yang Dicek
-
Bukan Indonesia, Jepang Pilih Langganan Impor Mobil dari Negara Sebelah
-
40 Juta Dapat Mobil Apa? Cek 5 Rekomendasinya, Ada Sedan Hingga MPV
-
Yamaha Tawarkan Varian Warna Baru XMAX Connected, Harga Termurah Rp 68,2 Juta
-
5 Helm Bogo Retro Murah Mulai Rp100 Ribuan, Cocok untuk Hijabers dan Penggemar Gaya Klasik
-
5 Mobil Matic yang Kuat Nanjak Pegunungan, Punya Hill Assist dan Transmisi Lincah
-
Naksir Gran Max Bekas untuk Jadi Mobil Keluarga? Intip Dulu Kelemahannya
-
Bosan Merek Jepang? Ini 5 Mobil Matic Rp50 Jutaan Antimainstream yang Nyaman dan Stabil
-
Tren Baru Industri Otomotif Jepang Lebih Pilih Mobil Produksi Luar Negeri
-
Berapa Biaya Pelihara Isuzu Panther? Cek Kisaran Budget Operasional dan Harga Bekasnya