Suara.com - Wuling Motors (Wuling) melakukan serah terima kendaraan listrik pertamanya di Indonesia kepada salah satu pengusaha ternama Tanah Air. Yaitu Jusuf Hamka.
Seremoni diadakan di pabrik Wuling, Cikarang, Jawa Barat, menjadi tanda resmi Jusuf Hamka sebagai pelanggan fleet pertama Air ev dengan pembelian mencapai 35 unit.
"Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Bapak Jusuf Hamka terhadap Air ev sebagai bentuk dukungan beliau terhadap percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia serta bentuk kontribusi akan kelestarian lingkungan," jelas Dian Asmahani, Brand & Marketing Director Wuling Motors.
"Hal ini pun semakin mendorong kami untuk terus berkomitmen dalam menghadirkan inovasi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air, sejalan dengan semangat Drive For A Green Life," tambahnya.
Jusuf Hamka pun mengungkapkan bahwa untuk melakukan mobilitas di tengah kota memang banyak tantangannya dan dibutuhkan kendaraan yang mampu menjawab kebutuhan itu.
Wuling Air ev adalah kendaraan listrik berdesain compact yang dinilai bisa menjadi jawaban untuk berkendara di perkotaan dengan mudah. Apalagi mobil ini menggunakan daya listrik dari baterai sehingga tidak menghasilkan emisi dan tentunya ramah lingkungan.
"Menurut saya, berbagai keunggulan yang dimiliki Air ev ini akan memudahkan saya dalam mobilitas sehari-hari di perkotaan," jelas pengusaha konstruksi pembangunan jalan tol ini.
Wuling Air ev memiliki dimensi panjang 2.974 m, lebar 1.505 m, dan tinggi 1.631 m. Lalu kapasitas baterai untuk varian standard range sebesar 18 kWh, dan varian Long range sebesar 16,5 kWh.
Untuk waktu pengecasan, dengan daya 2,2 kW berkisar 8,5 - 11 jam (20-100 persen). Kemudian dengan daya 6,6 kW sekitar 4 jam (20-100 persen).
Wuling juga menyematkan fitur cerdas pada mobil ramah lingkungan ini, seperti Wuling Remote Control App via Internet of Vehicle (IoV) serta satu-satunya perintah suara berbahasa Indonesia, Wuling Indonesian Command (WIND). Harganya sendiri dipatok mulai dari Rp 238 juta.
Berita Terkait
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Strategi Baru Pemerintah Dorong Mobil Listrik Baterai Nikel Lewat Subsidi PPN Besar
-
Hanya Lima Pabrikan Mobil China yang Diprediksi Bakal Bisa Bertahan di Pasar Global
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Harga Honda ADV 160 Baru vs Aprilia SR GT 200 Bekas Selisih Tipis, Mana yang Lebih Layak Dilirik?
-
Tips Aman Touring Motor Lintas Pulau Tanpa Kendala, Lakukan Persiapan di Bengkel Resmi
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina
-
Kolaborasi Raksasa Otomotif Jepang Bikin Skuter Hidrogen Tandingan Motor Listrik Baterai
-
Harga Yamaha XSR155 Bekas Tinggal Segini 'In This Economy', Waktunya Serok atau Skip?