- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana memberikan subsidi PPN 100 persen bagi kendaraan listrik berbasis nikel di Indonesia.
- Kebijakan yang diumumkan pada Rabu (6/5/2026) di Jakarta ini bertujuan menghidupkan kembali industri nikel dalam negeri yang sempat terancam.
- Pemerintah berupaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam nikel nasional guna menyaingi dominasi penggunaan baterai jenis LFP dari China.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana memberikan insentif berupa subsidi kendaraan listrik berbasis nikel. Hal ini sekaligus menjadi upayanya untuk menghidupkan kembali industri nikel RI.
Menkeu Purbaya mengatakan kalau Pemerintah bakal menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 100 persen untuk mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel.
"Kalau yang non nikel di bawah itu, karena ita akan mendukung realisasi nikel di sini, supaya nikel kita dipakai betul," katanya saat ditemui di Hachi Grill Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Rencana PPN DTP Purbaya ini muncul usai dirinya membaca artikel dari media The Economist, di mana impian Indonesia terkait baterai berbasis nikel hancur karena China lebih memilih baterai berbasis Lithium Ferro-Phosphate (LFP).
"Mimpi Indonesia hancur tentan baterai, karena China enggak pakai nikel. Saya mau hidupin mimpi itu lagi," lanjutnya.
Bendahara Negara menampik kalau Indonesia sebenarnya juga memproduksi lithium untuk baterai kendaraan listrik. Namun kebijakan ini tetap dibuat untuk menghidupkan kembali impian tersebut.
"Saya mau memastikan mimpi kita bisa hidup terus, bisa memanfaatkan sumber daya alam ita secara maksimal," timpal dia.
Saat ditanya apakah Pemerintah menanggung insentif PPN 40 persen ke mobil listrik dengan baterai non-nikel, Purbaya mengaku masih terus didiskusikan.
"Enggak tahu, nanti kita omongin. Ini kan masih didiskusikan, ada perbedaan nih. Nanti ada yang ribut sama gue lagi," jelasnya.
Baca Juga: Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
Tag
Berita Terkait
-
Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Strategi Baru Pemerintah Dorong Mobil Listrik Baterai Nikel Lewat Subsidi PPN Besar
-
Hanya Lima Pabrikan Mobil China yang Diprediksi Bakal Bisa Bertahan di Pasar Global
-
Kurniawan Ingatkan Timnas Indonesia U-17 untuk Rayakan Kemenangan Secukupnya
-
Kia Siapkan Gebrakan Besar di Indonesia Lewat Produksi Lokal dan Mobil Listrik Baru
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN