Suara.com - Tesla menyatakan melakukan pemangkasan biaya produksi hampir 60 persen. Penyebabnya adalah rantai pasokan, inflasi, dan harga bahan baku tinggi.
Dalam sebuah konferensi teknologi Goldman Sachs yang diadakan di San Francisco, Amerika Serikat, Martin Viecha, pimpinan investor dan relasi Tesla berbicara tentang rencana masa depan perusahaan dalam lima tahun ke depan.
"Arsitektur mobil listrik (EV) sangat berbeda dibandingkan mobil bermesin motor bakar (Internal Combustion Engine), memungkinkan bakal terjadi revolusi ketiga dalam industri otomotif," jelas Martin Viecha, dikutip dari Autoevolution.
Dengan cara melakukan optimalisasi dalam proses perakitan maka Tesla diharapkan bisa memangkas biaya produksi per kendaraan dari 84.000 dolar Amerika Serikat (AS) pada 2017 berkurang menjadi 36.000 dolar AS pada kuartal terakhir.
"Hampir dari semua lini penghematan biaya tidak ada yang menyangkut penurunan harga baterai," ungkap Viecha.
Selain itu, Tesla dikatakan akan memanfaatkan teknik produksi baru dan desain pabrik baru untuk mengoptimalkan hasil akhir. Serta memangkas waktu yang dibutuhkan untuk membuat mobil.
"Kami telah melihat Tesla mengadopsi penggunaan casting di Tesla Model Y. Hal ini membuka peluang besar dalam mengurangi jumlah komponen mobil," jelas Viecha.
Penghematan produksi bisa menjadi lebih penting saat Tesla Gigafactory baru bermunculan. Martin Viecha memperkirakan bahwa biaya produksi akan turun jauh di bawah angka 36.000 dolar AS bila pabrik Tesla itu diperbanyak jumlahnya.
Baca Juga: New Audi Q5 Dipajang di BCA Expo Hybrid 2022, Tersedia Layanan Pembiayaan Menarik Bagi Peminatnya
Tag
Berita Terkait
-
Serangan Rantai Pasokan Jadi Ancaman Siber Terbesar 2025, Perusahaan Asia Pasifik Wajib Waspada
-
Berpotensi Sebabkan Cidera, Model Setir Mobil Setengah Lingkaran Mulai Dilarang 2027
-
KPI Olah 330 Juta Barel Bahan Baku Sepanjang 2025
-
Tembus 250 Ribu Unit, Penjualan Xiaomi SU7 Ungguli Tesla Model 3 Sepanjang 2025
-
Kemenperin Siapkan Aturan Baru PPBB, IKM Dijanjikan Akses Bahan Baku Impor Lebih Mudah
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Mencuci Motor saat Mesin Panas
-
Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis
-
Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas
-
5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta untuk Pemakaian Jangka Panjang
-
Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri
-
Harga Mobil 1200cc Turun usai Lebaran? Mulai 65 Jutaan, Ini 12 Opsi Irit dan Awet buat Dipakai Lama
-
Trauma dengan Ongkos BBM usai Mudik Lebaran? Tengok Dulu Harga Mobil Listrik Wuling Terbaru
-
Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?
-
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Jadi Pembalap Indonesia Pertama Raih Podium Moto3 GP Brasil
-
Firasat Veda Ega Pratama Sebelum Melakukan Start di Moto3 Brasil