Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik Instruksi Presiden, Inpres Nomor 7 Tahun 2022 agar seluruh kendaraan di lingkungan pemerintahan menggunakan kendaraan listrik.
Gaikindo menambahkan harapan bila memungkinkan kendaraan yang digunakan adalah produksi Indonesia.
"Kami ingin kalaupun ada percepatan penggunaan kendaraan listrik, itu menggunakan kendaraan yang dibuat atau dirakit di Indonesia. Jangan sampai kendaraan tersebut diimpor semuanya. Kami harapkan tidak seperti ini," ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo saat Ngobrol Virtual Santai bersama Forwot.
Kukuh menambahkan, saat ini yang sudah siap ada dua pabrikan, dengan kapasitas produksi dalam negeri masih di kisaran 13.000 per tahun.
"Jadi kami harapkan ada kesesuaian. Apakah bisa menjawab, itu akan menarik," ungkap Kukuh.
Dari sisi asosiasi, Kukuh berharap pabrikan lain juga segera menyusul untuk memproduksi kendaraan listrik.
Sebab potensi Indonesia sangat besar. Kalau 99 mobil per 1.000 penduduk, kemudian dinaikkan satu persen saja, maka bisa menjadi 100 unit per 1.000 penduduk.
Kalau semua mobil listrik, tentu menarik bila produk dibuat dalam negeri. Dengan cara ini maka seluruh lini produksi akan memberikan kesempatan bagi pabrik dalam negeri. Sehingga tidak semuanya mengandalkan produk-produk impor. Dengan cara ini maka neraca devisa tidak rusak.
"Kami menginginkan semuanya diproduksi dalam negeri, menggunakan baterai yang bahan bakunya dari dalam negeri," tegas Kukuh.
Berita Terkait
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Elektrifikasi Transportasi Kian Melaju, Target 10.000 Bus Listrik Didukung Ekosistem Terintegrasi
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia
-
Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?