Suara.com - Invasi Rusia ke Ukraina yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda kurun tujuh bulan terakhir telah menimbulkan gangguan pasokan bahan utama dan suku cadang komponen otomotif.
Dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Jepang, Kyodo pada Sabtu (24/9/2022), Toyota Motor Corporation akhirnya mengambil keputusan untuk mengakhiri produksi mobil di Rusia.
Adapun penghentian produksi mobil Toyota di pabrik yang berlokasi di St Petersburg berlangsung Maret. Penyebabnya gangguan rantai pasokan.
Perusahaan berlogo tiga ellips ini menjadi produsen mobil besar Jepang pertama yang mengumumkan keluar dari industri manufaktur kendaraan di Rusia.
Jun Nagata, Chief Communication Officer Toyota menyatakan bahwa Toyota tidak dapat melanjutkan aktivitas normal bahkan setelah setengah tahun.
"Kami melihat tidak ada indikasi bahwa kami dapat memulai kembali di masa depan," jelas Jun Nagata.
Lebih lanjut, perusahaan mengatakan kegiatan operasional Toyota di Moskow akan direstrukturisasi agar bisa terus memberikan layanan perawatan kepada pelanggan brand Toyota dan Lexus yang sudah ada.
Selain pernyataan bahwa perusahaan memilih menutup pabriknya di Rusia, Toyota memastikan bisa menawarkan bantuan kepada karyawannya. Mereka akan didukung agar "mendapatkan pekerjaan kembali, keterampilan ulang dan kesejahteraan, termasuk dukungan keuangan."
Baca Juga: Grup Astra Pamerkan Kendaraan Listrik dan Sarana Pengisian Baterai Inovatif di TII G20 Exposition
Toyota Rusia mempekerjakan sekitar 2.350 tenaga kerja di Negeri Beruang Merah, termasuk di pabrik St Petersburg, yang mulai berproduksi pada 2007. Produknya antara lain Toyota RAV4 dan sedan Camry. Pada 2021, kapasitas produksi mencapai sekitar 80 ribu unit.
Sementara itu, Nissan Motor Company yang berasal dari negara sama dengan Toyota mengambil keputusan beda. Yaitu memperpanjang penangguhan pabriknya di St Petersburg selama tiga bulan hingga akhir Desember.
Berita Terkait
-
Murah nan Awet: Harga Mobil Rush Bekas Dibawah 100 Juta Dapat Tahun Berapa Saja?
-
Harga Mobil Listrik Toyota Anjlok, Kini Cuma Rp200 Jutaan
-
Mobil Toyota Yaris Bekas Harga di Bawah Rp100 Juta Dapat Tahun Berapa?
-
Harga Toyota Agya Bekas: Di Bawah Rp100 Juta Dapat Unit Buatan Tahun Berapa?
-
Toyota Innova Vs Rush, Mana yang Lebih Irit? Cek Beda Konsumsi BBM, Performa, Harga, dan Pajaknya
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
-
Google Maps Punya Fitur Baru, Bawa Mobil Listrik Jauh Makin Tenang
-
3 Motor Listrik Polytron yang Ekuivalen Nmax dan PCX, Cek Fiturnya!
-
Cek Hitungan Jatah Pertalite 50 Liter per Hari untuk Mobil Pribadi, Cukup buat Aktivitas Harian?
-
Tantang Dominasi Pasar, Intip 3 Model Jagoan Indomobil E-Motor, Cek Spesifikasinya
-
Dealer Mobil Honda Kembali Pamit dan Beralih ke Merek Mobil China
-
Update Daftar Harga Mobil Jaecoo 2026 di Indonesia, Mulai Rp200 Jutaan
-
Mobil Hybrid Kewalahan Kalau Dipacu di Jalan Tol, Mitos atau Fakta?
-
Harga Motor Yamaha April 2026 Terbaru: Gear, NMAX, Aerox, R15, hingga WR155R
-
Ribuan Unit Suzuki Burgman 125 EX Bermasalah Kabel Rem Belakang Berisiko Terjepit dan Korosi