Suara.com - Berlokasi di Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Jakarta Pusat, puluhan pengemudi ojek online (ojol) mengikuti pelatihan dasar pertolongan pertama kejadian gawat darurat kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
"Pelatihan ini digelar secara serentak di 16 rumah sakit. Masing-masing menyelenggarakan untuk 25 ojol, jadi total sekitar 400 lebih," jelas Vice Director Nursing RSPJ Sudarma di Jakarta, Jumat (21/10/2022), sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.
Pelatihan ini bertujuan agar para pengemudi ojek daring mempunyai kemampuan untuk melakukan pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan di jalan raya.
"Pelatihan ini adalah salah satu bentuk dalam mendukung program pemerintah, dimana saat ini kita memberikan pelatihan untuk pertolongan pertama gawat darurat yang dilakukan kepada pengendara ojek online yang merupakan profesi berisiko," lanjut Vice Director Nursing RSPJ Sudarma.
Juga ia tambahkan nantinya ojol ini bisa menerapkan pelatihan yang diberikan saat berada di lapangan. Memberikan pertolongan pertama dengan alat yang mereka miliki hingga membawa korban ke rumah sakit.
"Kami berikan pelatihan ojol karena mereka sebagai garda terdepan dalam transportasi," tandas Sudarma.
Salah satu pengemudi ojek daring yang turut dalam pelatihan ini, Yohanes (32) menyatakan pentingnya pelatihan ini. Sehingga saat terjadi atau melihat kecelakaan lalu lintas paham apa yang mesti dilakukan.
Berita Terkait
-
Demi Belajar Mengaji, Driver Ojol Yogyakarta Rela Tinggalkan Order Dua Jam Setiap Rabu
-
Kebijakan Komisi 8 Persen Ojol Resmi Diterapkan
-
Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Kisah di Balik Angka 8%: Saat Suara Driver Ojol Akhirnya Didengar Istana
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim