Suara.com - Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto datang ke Solo bersama CEO Hyundai Motor Asia Pacific HQ, Lee Young Tack dan COO Hyundai Motor Asia Pacific HQ, Lee Kang Hyun.
Dikutip dari kantor berita Antara, tujuannya menjajaki lokasi produksi di sejumlah wilayah di Tanah Air. Salah satunya di Surakarta atau Kota Solo.
"Karena Hyundai berproduksi di Indonesia dengan mobil elektriknya, mereka sedang berusaha merangkul supplier ataupun kontraktor serta mitra dari seluruh Indonesia," demikian papar Pak Dubes Gandi Sulistiyanto.
Ia berharap melalui pertemuan dengan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, bisa membuka kemungkinan jalinan kerja sama dengan Kota Solo.
"Tadi sudah dapat arahan dari Mas Wali, sebaiknya apa-apa saja yang bisa dikolaborasikan," jelas Pak Dubes.
Dilanjutkannya bahwa saat ini beberapa produk Hyundai Motor banyak digemari konsumen. Antara lain Hyundai Creta dan Hyundai IONIQ 5.
"Bahkan untuk dapat produk IONIQ 5 butuh antre sampai hampir satu tahun," lanjut Pak Dubes.
Baca Juga: Alvaro Bautista Puncaki Podium Race 1 WSBK Argentina 2022, Buka Peluang Juara di Sirkuit Mandalika?
Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto juga menambahkan bahwa kunjungan tadi masih bersifat penjajakan. Termasuk untuk mencari supplier dan kebutuhan lain agar Hyundai Motor bisa masuk ekosistem internasional global.
"Mereka (Hyundai) salah satu merek yang saat ini sangat disegani di dunia. Hyundai berusaha meningkatkan lokal konten, kami menjajaki kemungkinan itu. Apakah ada atau tidak (potensinya) namun dijajaki dulu," tandas Pak Dubes.
Ia mengatakan sejauh ini juga belum ada rencana dari Hyundai untuk ekspansi produksi di wilayah Solo dan sekitarnya.
"Masih cek pasar, belum fix. Belum ada rencana investasi apa-apa karena baru mendengar gagasan dari Mas Wali," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Korea Selatan Terancam Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Legenda Manchester United Buka Suara
-
Prediksi Superkomputer: Ini 8 Tim yang Bakal Lolos Lewat Jalur Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026
-
Muncul Isu Perintah Awasi Gibran Buntut 'Mahasiswa Bayaran', Gerindra Tepis Ada Agenda Itu
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi