Suara.com - Akhir pekan ini (16/3/2024) balap single seater tenaga listrik atau ABB Formula E bakal berlangsung di sirkuit jalan raya kota Sao Paulo, Brasil.
Sebelum para partisipan laga Formula E mendarat di Sao Paulo, kota kelahiran driver Formula 1 (F1) legendaris Ayrton Senna, balap seri sebelumnya adalah sirkuit jalan raya Diriyah E-Prix di Arab Saudi.
Penyelenggaraan ini memberikan kesan sensasional lewat penyelenggaraan di kota gurun pada malam hari.
Sekitar 170 tiang lampu mampu mengubah sirkuit jalan sepanjang 2,495 km di area Situs Warisan Dunia UNESCO menjadi lautan cahaya, menciptakan atmosfer yang memukau untuk balapan kedua dan ketiga musim ini dalam kejuaraan FIA ABB Formula E.
Dikutip dari rilis resmi Hankook Tire Indonesia sebagaimana diterima Suara.com, kini Hankook bersiap menuju São Paulo, kawasan dengan suhu panas dan lintasan yang berbeda untuk Hankook iON Race Tire seri Arab Saudi.
Meski trek balap non-permanen ini terbuat dari aspal berbeda, Hankook iON Race tetap unggul mendukung pembalap berkat keandalan dan cengkeraman tinggi.
"Komitmen kami di Formula E adalah inovasi, kesetaraan, dan persaingan. Kesuksesannya bukan hanya kemenangan bagi Formula E, melainkan langkah maju dalam memperkuat inklusivitas dalam dunia balap," ungkap Jeff Dodds, CEO Formula E.
Ia kembali menyoroti tentang keseruan balap Formula E di Arab Saudi yang menghadirkan salah satu driver tuan rumah, Reem Al Aboud.
Berada di balik kemudi jet darat listrik GENBETA dari Formula E, yang dilengkapi Hankook iON Race, akselerasi dari 0-100 km per jam hanya dalam 2,49 detik, atau 0,51 detik lebih cepat dari jet darat Formula 1 (F1).
Baca Juga: 2 Pembalap Brasil Jadi Tumpuan Tuan Rumah di Balap Formula E 2024 Seri Keempat
Inilah rekor baru di dunia Formula E untuk GENBETA ddengan ban Hankook iON Race, membuatnya menjadi yang tercepat di kelasnya bagi jet balap single-seater FIA saat ini.
GENBETA adalah jet darat listrik GEN3 yang dikembangkan Formula E dan FIA. Tunggangan ini menghasilkan daya 400 kW dan telah ditingkatkan oleh mitra Hankook Tire, SABIC, ABB, dan Google Cloud.
Berita Terkait
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah
-
Max Verstappen Kejutkan Paddock, Finis Podium Meski Start dari Pit Lane
-
Sepanjang 2025, Pemerintah Konsisten Jaga Tarif Listrik Stabil untuk Lindungi Daya Beli Rakyat
-
Tak Berisik, Pemain Keturunan Ini Bawa Klub Liga Brasil ke Puncak Klasemen
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia
-
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan
-
Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana
-
5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian
-
Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik