Suara.com - Helm palsu atau imitasi, mimpi buruk para pengendara motor, kini semakin merajalela di berbagai platform jual beli online, termasuk di Indonesia. Merek helm ternama seperti Arai dan Shoei pun kerap menjadi sasaran para pemalsu untuk mengeruk keuntungan.
Yang memprihatinkan, berdasarkan informasi yang ada, helm-helm palsu ini banyak yang berasal dari Malaysia dan Cina, dengan berbagai penjual yang menawarkannya. Salah satu contoh kasus yang menjadi sorotan adalah helm TSR model Ram 4.
Dilansir dari Sinar Harian, helm yang banyak dijual di Indonesia ini justru tengah menjadi barang sitaan di negara asalnya, Malaysia. Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Kos Sara Hidup (KPDN) Malaysia baru saja menggelar razia besar-besaran untuk menyita helm palsu.
Razia ini menargetkan helm TSR yang diketahui meniru desain dan grafis helm Arai SZ-Ram 4 dan VZ-Ram, jelas-jelas melanggar Akta Hak Cipta 1987 Malaysia.
Dalam razia tersebut, KPDN Pulau Pinang berhasil menyita sebanyak 268 helm TSR Arai palsu di kawasan Bukit Mertajam. Direktur KPDN, RS Jegan, menegaskan bahwa razia ini sebagai bentuk penegakan hukum atas pelanggaran kekayaan intelektual.
"KPDN Pulau Pinang memberi amaran keras terhadap individu atau syarikat, supaya sentiasa mematuhi perundangan yang telah ditetapkan," sebut RS Jegan.
Lebih mengejutkan lagi, ternyata hukuman bagi penjual helm palsu di Malaysia sangat berat. Pelanggar bisa dikenakan denda hingga 20 ribu Ringgit (sekitar Rp 66 juta) dan hukuman penjara 5 tahun untuk pelanggaran pertama.
Jika kembali melakukan pelanggaran, dendanya bisa mencapai 40 ribu Ringgit (sekitar Rp 133 juta) dan 10 tahun penjara! Ini menjadi bukti keseriusan pemerintah Malaysia dalam memberantas peredaran helm palsu.
Melihat kasus di Malaysia ini, para pembeli helm di Indonesia, khususnya yang berbelanja online, harus lebih waspada.
Baca Juga: Tips Rawat Helm di Musim Hujan, Panduan Tepat Membersihkan Kaca Helm
Jangan sampai Anda tidak sengaja membeli helm palsu yang tidak hanya merugikan pabrikan resmi tetapi juga membahayakan keselamatan Anda sendiri saat berkendara.
Prioritaskan keamanan dengan memilih helm SNI (Standar Nasional Indonesia) dari penjual yang terpercaya. Ingat, harga murah bisa jadi indikasi barang palsu, dan helm palsu tidak bisa memberikan perlindungan optimal saat terjadi kecelakaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Irit Mana antara Toyota Avanza vs Rush? Intip Pula Komparasi Harganya
-
5 Kelemahan Avanza yang Jarang Dibicarakan, Tenggelam oleh Reputasi Awet
-
Request Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M, Bisa Buat Ngecor Beton Jalan Berapa Kilometer?
-
Ini 3 Jenis Pick Up yang Didatangkan Agrinas, Carry dan Gran Max Kalah Kelas
-
Bak Bumi dan Langit! Pickup Impor Koperasi Merah Putih vs Esemka Kebanggaan Jokowi Mending Mana?
-
Harga Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M Setara Biaya Mengaspal Jalan Berapa Kilometer?
-
5 Mobil Double Cabin Buat Mudik Siap Angkut Banyak Barang, Mulai 100 Jutaan
-
Penjualan Motor Baru Januari 2026 Tembus 577 Ribu Unit Sinyal Positif Ekonomi Nasional
-
Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya
-
Mitsubishi Xpander Tawarkan Kemewahan dan Fitur Canggih yang Sulit Disaingi Rival Low MPV