Suara.com - Beberapa waktu lalu sempat dihebohkan salah seorang sopir Toyota Fortuner berinisial PWGA yang mengaku anggota TNI cekcok dengan pemobil Suzuki di jalan tol.
Ia bahkan menabrak pemobil Suzuki tersebut dengan cara memundurkan mobilnya hingga menabrak bagian depan kendaraan korban.
Peristiwa ini pun viral di media sosial hingga sang pelaku pun dikuliti habis-habisan oleh netizen. Yang menarik dari kasus ini salah satunya yakni penggunaan pelat nomor TNI. Bahkan ia mengaku jika dirinya anggota TNI dan punya saudara di sana.
Kini, kasus ini sudah sampai ke pihak berwajib. Berdasar keterangan yang diunggah akun Instagram @puspomtni disebut bahwa pelaku berinisial PWGA ditangkap di kediamannya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
PWGA telah diciduk lantaran penyalahgunaan pelat nomor TNI yang diduga palsu.
Statusnya ternyata bukanlah anggota TNI, melainkan warga sipil biasa yang berstatus sebagai pengusaha.
"Seorang pengusaha bukan seorang anggota TNI," tulisnya.
Adapun motif PWGA menggunakan pelat dinas TNI palsu demi menghindari aturan ganjil-genap alias gage.
"Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan untuk tuduhan pemalsuan," jelasnya.
Baca Juga: Kapolri Pastikan Pertikaian TNI-Polri di Sorong Berakhir Damai: Sudah Berangkulan
Kini, PWGA diproses secara intensif oleh pihak berwajib. Kita tunggu saja perkembangan kasus ini.
Identitas asli Pelat Dinas TNI yang Digunakan Pelaku
Pelat dinas TNI 84337-00 yang terpasang di mobil Toyota Fortuner memang bukan milik pelaku. Tercatat dalam penelusuran pelat nomor dinas TNI tersebut teregistrasi milik Marsda TNI Purn. Prof. Dr. Ir. Asep Adang Supriyadi.
Belakangan Asep juga menegaskan tidak mengenal pemilik mobil Toyota Fortuner arogan tersebut. Dia memastikan pelat nomor tersebut terpasang di mobil Mitsubishi Pajero yang dipergunakannya sehari-hari untuk operasional sebagai Guru Besar di Universitas Pertahanan Republik Indonesia usai pensiun sejak 2020 lalu.
Berita Terkait
-
Polisi Tangkap Pengemudi Toyota Fortuner Arogan, Motif Pengusaha Pakai Pelat Dinas TNI Palsu Dibeberkan
-
Pelaku Tabrak Lari Anak dan Keponakan Teuku Rifnu Wakana Sudah Diamankan Polisi, Kasusnya Langsung Naik ke Penyelidikan
-
Terima Laporan dari Pemilik Nopol, Polisi Masih Dalami Pengendara Mobil Dinas Arogan di Jalan Tol
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Sony dan Honda Pamer SUV Listrik Afeela di CES 2026: Desain Sporty, Bisa Main PS5
-
Penjualan Sepeda Motor di Luar Pulau Jawa Jadi Penyelamat Industri Otomotif Nasional
-
5 Motor Yamaha Paling Irit BBM, Cocok untuk Harian dan Dompet Aman
-
Korupsi Haji Bersama Gus Yaqut, Isi Garasi Gus Alex Cuma Ada Mobil MPV Murah dan Motor Sejuta Umat
-
Jadi Tersangka Korupsi Haji, Harta Yaqut Cholil Meroket Setara McLaren usai Menjabat
-
5 Motor Matic Termurah 2026 yang Irit BBM dan Cocok untuk Harian
-
5 Mobil Bekas dengan Cicilan Ringan Buat Karyawan Gaji UMR
-
Rayakan Perjalanan 25 Tahun di Industri Otomotif, Kia Tak Kunjung Miliki Pabrik di Indonesia
-
BYD Luncurkan Merek Linghui Khusus untuk Taksi Online
-
Gran Max dan Sigra Pimpin Penjualan Daihatsu dan Amankan Posisi Pangsa Pasar Nasional