Suara.com -
Xiaomi mengumumkan untuk meningkatkan kapasitas produksi Xiaomi SU7 menjadi 20.000 unit per bulan di tengah banyaknya masalah pada kualitas produk mobil listrik mereka.
Xiaomi dikabarkan segera memulai aktivitas produksi di pabrik mereka menjadi dua shift. Dengan demikian jam operasional pabrik akan meningkat dari 8 menjadi 16 jam.
Sebelumnya Xiaomi telah mengumumkan bahwa mereka telah mengirimkan Xiaomi SU7 ke 10.000 pelanggan pada 15 Mei. Pengiriman sedan EV tersebut dimulai pada tanggal 3 April, yang berarti raksasa elektronik tersebut mengirimkan 10.000 unit mobil dalam kurun waktu 43 hari.
Jadi Pemain Berlabel Timnas, Nilai Transfer Rizky Ridho Bisa Beli Dua Mobil Listrik BMW i5 Sekaligus
Lei Jun, CEO dan pendiri Xiaomi, sebelumnya mengatakan bahwa pabrik di Beijing dapat memproduksi 40 SU7 per jam, yang berarti mampu menghasilkan satu unit mobil setiap 76 detik, sebagaimana dikutip dari Carnewschina, Senin (20/5/2024).
Sebelumnya beberapa cerita miring soal kualitas produk Xiaomi SU7 sudah mulai bermunculan. Salah satu yang mencolok adalah kecelakaan sebuah SU7 berwarna biru di jalan raya, yang menabrak pembatas jalan setelah tampak kehilangan kontrol.
Dari video singkat itu, beberapa analisis menyebutkan ada yang salah pada sistem traction control Xiaomi SU7, karena tak mampu mendeteksi adanya slip pada ban dan mengatur torsi, sehingga kecelakaan bisa dihindari.
MMKSI Rencanankan Produksi Lokal Mitsubishi Triton di Indonesia
Sebelumnya beberapa foto juga menunjukkan suspensi Xiaomi SU7 tiba-tiba mengalami masalah, sehingga mobil menjadi sangat ceper.
Baca Juga: Jadi Pemain Berlabel Timnas, Nilai Transfer Rizky Ridho Bisa Beli Dua Mobil Listrik BMW i5 Sekaligus
Pada kesempatan lain, muncul video serta foto sebuah Xiaomi SU7 menabrak pembatas jalan, sebuah mobil sport BMW dan mengalami tabrakan saat melaju di jalanan bersalju.
Sebagian besar kecelakaan itu melibatkan Xiaomi SU7 yang sedang di-test drive oleh para calon pembeli.
Berita Terkait
-
Apakah Mobil Listrik Pakai Oli? 3 Rekomendasi Molis MPV Murah 7 Seater
-
Pilihan Mobil Elektrifikasi Baru LEPAS L8 dan E4 di IIMS 2026
-
Cek Perbedaan Mobil Listrik BYD Atto 3 Advance dan Superior, Mana Lebih Baik?
-
Harga Xiaomi Electric Scooter 6 Series Beredar: Setara Ponsel, Siap Masuk ke Indonesia
-
Berapa Harga Smart TV Xiaomi? Berikut 5 Pilihan Termurah Mulai Rp1 Jutaan
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Pilihan Mobil Elektrifikasi Baru LEPAS L8 dan E4 di IIMS 2026
-
Apakah Mobil Listrik Pakai Oli? 3 Rekomendasi Molis MPV Murah 7 Seater
-
Sepeda Listrik yang Bagus Merk Apa? 5 Rekomendasi Murah Tapi Berkualitas
-
BlackVue Indonesia Rilis Dashcam 4K dengan Fitur Rekam Malam di IIMS 2026
-
Mitsubishi Targetkan 3000 SPK di IIMS 2026
-
5 Mobil Kecil Tapi Gagah, Modal Rp70 Juta Dapat Fitur Keyless
-
Mitsubishi Bawa Mobil Hybrid ke Indonesia di Semester II 2026
-
VinFast Resmi Menjual VF MPV 7 di IIMS 2026, Harga Mulai Rp345 Juta
-
LEPAS Tawarkan Pengalaman Berkendara Premium di IIMS 2026
-
Cek Perbedaan Mobil Listrik BYD Atto 3 Advance dan Superior, Mana Lebih Baik?