Suara.com - Kementerian Transportasi Jepang pada Kamis (6/6/2024) menggerebek kantor pusat Suzuki di Kota Hamatasu. Penggeledahan itu berkaitan dengan kasus manipulasi hasil uji keselamatan yang juga melibatkan beberapa merek lain yakni Toyota, Honda, Mazda dan Yamaha.
Dalam penggerebekan di kantor Suzuki Motor Corp, yang terletak di Perfektur Shizuoka, Jepang bagian tengah itu petugas kementerian mewawancarai beberapa petinggi Suzuki dan memeriksa data-data pengujian kendaraan buatan Suzuki.
Dari pemeriksaan itu akan diputuskan apakah Suzuki akan menerima sanksi atau denda dalam kasus tersebut.
Sebelumnya diwartakan, Suzuki mengakui telah memanipulasi laporan hasil uji keselamatan pada satu model mobil buatannya, yakni Suzuki Alto LCV. Mobil ini diproduksi pada 2014 sampai 2017. Dengan kata lain, sudah tak dijual lagi.
Disebutkan bahwa Suzuki memanipulasi laporan uji pengereman Alto. Suzuki melaporkan jarak pengereman lebih pendek dari jarak sebenarnya yang diperoleh dalam pengujian.
Sebelum menggerebek Suzuki, Kementerian Transportasi Jepang lebih dulu menggeledah kantor pusat Toyota dan Yamaha.
Toyota diketahui memanipulasi laporan uji keselamatan 7 model mobilnya, tiga di antaranya masih diproduksi dan dijual. Kini Toyota mengatakan akan menghentikan sementara produksi tiga model tersebut di Jepang.
Sementara Yamaha diketahui memanipulasi hasil tes satu model motor sport, yakni YZF-R1. Yang direkayasa diduga berkaitan dengan uji kebisingan mesin.
Rencananya Kementerian Transportasi Jepang akan menggeledah kantor Honda dan Mazda dalam waktu dekat.
Baca Juga: 2040 Honda Stop Jual Motor Bensin! Apa Penggantinya?
Skandal manipulasi hasil uji keselamatan terbaru ini terungkap setelah Kementerian Transportasi Jepang memerintahkan sekitar 85 perusahaan otomotif setempat untuk memeriksa kembali proses sertifikasi produk, termasuk di dalamnya soal uji keselamatan.
Perintah ini menyusul terbongkarnya skandal serupa yang melibatkan Daihatsu dan Toyota. Daihatsu diketahui memanipulasi laporan uji keselamatan sejumlah besar mobilnya selama lebih dari 30 tahun. (Jiji Press/Kyodo]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Aman Touring Motor Lintas Pulau Tanpa Kendala, Lakukan Persiapan di Bengkel Resmi
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina
-
Kolaborasi Raksasa Otomotif Jepang Bikin Skuter Hidrogen Tandingan Motor Listrik Baterai
-
Harga Yamaha XSR155 Bekas Tinggal Segini 'In This Economy', Waktunya Serok atau Skip?
-
Strategi Baru Pemerintah Dorong Mobil Listrik Baterai Nikel Lewat Subsidi PPN Besar
-
Punya Belasan Varian Lawan Tiga Pilihan Spesial, Pilih NMAX atau PCX?
-
5 Mobil 40 Jutaan Favorit Ibu Rumah Tangga, Anti Boros Bensin dan Gampang Parkir
-
Kia Siapkan Gebrakan Besar di Indonesia Lewat Produksi Lokal dan Mobil Listrik Baru