Suara.com - Memilih mobil dengan transmisi manual dan otomatis bukan soal salah atau benar. Dua sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangannya, tetapi itu pun sangat tergantung pada pengemudinya.
Auto2000 dalam laman resminya, pekan ini memberikan beberapa catatan yang mengungkap beberapa kelebihan dari kedua transmisi tersebut.
Kenyamanan
Transmisi otomatis unggul dari sisi kenyamanan dalam berkendara. Ini dapat dirasakan, ketika pengguna menemukan kondisi jalan yang padat atau macet.
Pengendara tidak perlu bersusah payah untuk menginjak pedal kopling dan rem. Karena, sistem otomatis dari transmisi tersebut dapat mengaturnya secara otomatis.
Sedangkan untuk transmisi manual, pengendara yang terjebak dalam kondisi macet harus aktif mengoperasikan pedal kopling ketika hendak melakukan pergantian gigi dan sangat melelahkan ketika berada dalam kondisi tersebut dengan waktu yang lama.
Sensasi berkendara
Untuk sensasi berkendara, sistem otomatis sangat berbeda dengan sistem manual. Hal tersebut dikarenakan pengaturan perpindahan gigi dilakukan secara otomatis.
Dengan begitu, ketika mendapatkan kondisi jalan yang lengang pengendara tidak memiliki keleluasaan dalam mengontrol transmisi, karena semua sudah diatur secara otomatis yang menjadikan kontrol lebih atas kendaraan yang mereka bawa tidak terlalu signifikan.
Sementara itu, transmisi manual justru sebaliknya. Pengendara dengan transmisi ini, memiliki keleluasaan kontrol transmisinya. hal tersebut juga bisa memberikan kepuasan bagi pengendaranya, karena mereka bisa terhubung dengan kendaraan yang mereka bawa.
Proses mengemudi
Transmisi otomatis menjadi pilihan yang lebih mudah untuk dipelajari dan digunakan, terutama bagi para pengendara pemula. dengan transmisi otomatis, mereka tidak perlu belajar tentang koordinasi antara kopling dan perpindahan gigi.
Sedangkan pengguna transmisi manual harus terbiasa dengan penggunaan pedal kopling dan mengetahui kapan harus mengganti gigi berdasarkan kecepatan dan beban mesin.
Ini menjadi tantangan bagi pengemudi pemula, tetapi dapat dijadikan kesempatan untuk belajar lebih dalam tentang cara kerja kendaraan itu sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
5 Mobil Bekas Sedan di Bawah Rp50 Juta, Mesin Bandel dan Aman untuk Mudik Jarak Jauh
-
BN 125 Dirilis, Sensasi Motor Italia Sekaliber Vixion Berapa Harganya?
-
Keren Mana Honda Jazz RS 2013 atau Toyota Yaris TRD 2015 untuk Mahasiswa? Ini 4 Poin Pentingnya
-
4 Mobil Listrik Bekas 2026 yang Larisnya Saingi Avanza di Pasar Mobkas
-
VinFast dan Upaya Membangun EV yang Paham Asia Tenggara
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta