Suara.com - Pabrik mobil klasik buatan tangan, Tuksedo di Desa Ketewel, Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, berpotensi masuk daftar tujuan wisata baru bidang otomotif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Wonderful Indonesia.
"Kami menonjolkan keunikan dan kreativitas dan Kemenparekraf tertarik menjadikan kami co-brading Wonderful Indonesia," kata Direktur Tuksedo Studio Laksmana Gusti Handoko di Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu 27 Juli 2024.
Menurut dia, melalui program itu pihaknya memiliki peluang lebih besar untuk edukasi industri kreatif bidang otomotif klasik kepada masyarakat termasuk pelajar dan mahasiswa, selain menambah warna pariwisata di Bali dan pengenalan produk mobil antik.
Gusti menambahkan selama ini pihaknya sudah menerima kunjungan termasuk pelajar sekolah hingga perguruan tinggi tanpa dipungut bayaran untuk melihat studio pembuatan mobil klasik dunia keluaran tahun 1950-an hingga 1960-an.
Saat ini, apabila melakukan kunjungan, pemberitahuan dapat disampaikan melalui media sosial yang dikelola pabrik replika mobil antik tersebut.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini dalam kesempatan terpisah menjelaskan pihaknya menawarkan kepada pabrik mobil klasik itu untuk menjadi mitra Wonderful Indonesia.
"Mereka produksi buatan tangan, itu unik. Kalau berkunjung ke pabrik mobil biasa itu mungkin kurang menarik, tapi ini khusus, sehingga sangat potensial menjadi destinasi wisata untuk melihat sekaligus edukasi," ujarnya saat dihubungi dari Denpasar.
Ia menjelaskan dengan menjadi mitra Wonderful Indonesia, pihaknya ikut mempromosikan usaha tersebut dan pelaku usaha juga mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air.
Dengan demikian, logo pariwisata Indonesia itu tetap berada dalam ingatan masyarakat dalam negeri dan wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Honda Serius Garap Mobil Listrik, Kurangi Produksi Mobil Bensin di China
Sejak 2021 hingga Juli 2024 sebanyak 20 unit kendaraan yang sudah tidak ada di pasaran internasional, diproduksi kembali di studio tersebut.
Untuk satu unit mobil klasik diproduksi selama 12 bulan yang sekitar 90 persen bahannya menggunakan produk dalam negeri kecuali mesin, dengan didukung sekitar 80 orang tenaga kerja sekaligus pekerja seni sektor otomotif dari Bali.
Tercatat ada sekitar 100 unit antrean yang berasal dari pecinta mobil klasik sejumlah negara di Timur Tengah, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa berminat memesan mobil.
Namun, produksi dan pengiriman untuk pemesanan konsumen internasional belum dapat dilakukan ke luar negeri karena perlu menyesuaikan dengan aturan ekspor.
Pasalnya, untuk menjual ke luar negeri, tidak diperkenankan menggunakan sesuai merek kendaraan yang direproduksi itu, tapi menggunakan nama pabrik miliknya.
Rencananya, Tuksedo mengadakan pameran tunggal pada 12-18 Agustus 2024 di Mal Pondok Indah, Jakarta Selatan, dengan menampilkan sembilan mobil klasik yang sudah laku dengan kisaran harga per unit mencapai Rp4-5 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota
-
Negara Ini Mulai Siapkan Skema Penjatahan Bensin Dampak Krisis Bahan Bakar Global
-
Trik Aman Simpan Motor saat Ditinggal Lama Seperti Momen Mudik Lebaran
-
Jangan Asal Teduh! Ini Bahaya Parkir Mobil di Bawah Pohon Saat Mudik Lebaran
-
Robot Power Bank Jadi Solusi Pengisian Daya Mobil Listrik Tanpa Harus Antre SPKLU di Tiongkok
-
Fitur Unggulan JETOUR T2 yang Dapat Membantu saat Perjalanan Mudik Lebaran 2026
-
Motor Brebet saat Digas? Ini 8 Penyebab dan Cara Praktis Mengatasinya
-
Jasa Marga Siapkan Tol Japek II Selatan Fungsional Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Bagaimana Cara Menyusun Barang di Bagasi agar Titik Gravitasi Mobil Tetap Stabil?
-
Bajaj Maxride Apresiasi Driver Terbaik di Yogyakarta, Ada Program Rental Gratis Ramadan