Suara.com - Anggota DPD RI terpilih, Komeng akhirnya resmi bekerja di pemerintahan. Namun ia justru dibikin bingung dengan penempatan tugasnya saat rapat besar para anggota Dewan.
Pasalnya ia heran jabatan dan tugasnya yang tak sesuai dengan passion-nya. Ia mengaku ingin membawahi bidang seni dan budaya, tetapi oleh pimpinan ditempatkan di komite lain yang diduga berhubungan dengan pertanian.
"Ini sebenarnya komitenya ini seni budaya, tapi saya habis dijenggutin jadi saya masuk ke komite dua yang saya tidak memahami. Ada soal pertanian tadi kan," kata Komeng dalam unggahan akun TikTok bpsi.dpdri.
"Tadi pimpinan bilang itu harus mempelajari yang cepat. Pimpinan bisa mengarahkan saya, saya harus belajar ke mana? Terima kasih," kata komedian yang baru pertama kali terjun ke politik dan pemerintahan ini.
Unggahan ini tentu mendapatkan atensi publik. Bahkan tak sedikit dari beberapa netizen yang menyebut karma lantaran pernah ledek Kementrian Pertanian beberapa waktu lalu.
Video lawas yang diunggah oleh akun TikTok studio_pertama kembali menjadi sorotan. Dalam video tersebut, Komeng bercerita tentang konsep "nandur" yang biasa dilakukan petani saat menanam padi.
"Nanam padi itu namanya nandur. Ya kan. Kenapa disebut nandur?" tanya Komeng kepada penonton.
"Nanamnya sambil mundur. Itulah nandur," jawab DPD RI dapil Jawa Barat ini.
Lalu ia memberikan sebuah saran kepada Kementan agar memberikan spion kepada para petani agar kerjaan beres dalam waktu singkat.
Baca Juga: Foto Keluarga Komeng Usai Pelantikan Anggota DPD RI Curi Perhatian Publik: Aura Istrinya...
"Pemerintah hanya bisa menyediakan bibit dan pupuk. Sebenarnya itu tidak mempercepat. Kalau mempercepat (seharusnya) dia juga memberikan Kaca Spion," celoteh Komeng.
"Makanya dia lambat karena takut nyenggol Bu Tani. Pemerintah itu hal kecil lho, tapi tidak memperhatikan itu. Maaf ya pak Menteri Pertanian. Maaf ya," beber Komeng.
Apakah ini sebuah karma Komeng gegara menyenggol Kementan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Apa Itu Jalan Berbayar? Wacana Dedi Mulyadi Guna Hapus Pajak Kendaraan
-
LHKPN Terbaru Rilis! Harta Prabowo Makin Menjulang, Tapi Koleksi Mobil di Garasi Tetap Tenang
-
Harga Honda CBR250RR Mei 2026: Ada 6 Varian, Mana Paling Cuan?
-
Hyundai Disebut Diuntungkan Kebijakan Insentif EV Berbaterai Nikel, HMID Buka Suara
-
Mobil Listrik Changan Lumin Diganjar Harga Khusus di Indomobil Expo 2026
-
Aturan Ganjil Genap Resmi Dicabut, Cek Jadwal Lengkapnya
-
3 Kebiasaan di Motor yang Bisa Merusak Ponsel, Efeknya Jangka Panjang
-
Hampir 1500 Motor Diamankan, 99 Ribu Telah Diekspor: 5 Fakta Sindikat Curanmor Jaksel
-
Dari yang Murah hingga Mewah: Ini 5 Rekomendasi Motor untuk Antar Jemput 2 Anak Sekolah Sekaligus
-
Kekayaan Seskab Teddy Naik Hingga Rp4,7 M Dalam 1 Tahun, Nilai Isi Garasi Malah Menyusut