Otomotif / Mobil
Kamis, 10 Oktober 2024 | 18:58 WIB
Gaikindo melaporkan penurunan penjualan mobil pada September 2024. [Antara/ Indrianto Eko Suwarso]

Suara.com - Penjualan mobil nasional pada September 2024 kembali turun baik secara wholesales (dari pabrik ke dealer) maupun secara ritel (dari dealer ke konsumen). 

Seperti yang disampaikan asosiasi pabrikan mobil Indonesia atau Gaikindo pada Kamis (10/10/2024), penjualan mobil secara wholesales pada September mencapai 72.667 unit, turun 4,7 persen dari Agustus, ketika mobil yang terjual sebanyak 76.304 unit.

Sementara secara ritel penjualan mobil juga turun 5,7 persen, dari 76.808 unit pada Agustus menjadi 72.366 pada bulan kemarin.

Made with Flourish

Penjualan mobil secara wholesales selama Januari - September 2024 juga turun 16,1 persen menjadi 633.218 unit dari 755.173 unit pada periode yang sama 2023 lalu.

Penurunan juga dirasakan dalam penjualan ritel, yang anjlok 11,9 persen dari 746.239 unit pada Januari - September 2023 menjadi hanya 657.223 unit pada tahun ini.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan penurunan penjualan mobil di Tanah Air disebabkan oleh turunnya daya beli masyarakat. Ia bahkan mengatakan Gaikindo perlu merevisi target penjualan mobil tahun ini yang tadinya diperkirakan mencapai 1,1 juta unit.

"Memang daya beli masyarakat turun sekali, penjualan sangat lambat. Kayaknya proyeksi penjualan harus direvisi," ujar Jongkie Sugiarto baru-baru ini.

Baca Juga: Wuling Tak Lagi Dominan di Pasar Mobil Listrik Indonesia

Made with Flourish

Jongkie pun mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengkaji kembali proyeksi penjualan kendaraan yang semula ditargetkan mencapai 1,1 juta unit pada akhir tahun. Namun, keputusan mengenai revisi target tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama anggota Gaikindo.

"Tetapi kami harus bahas dengan anggota dulu. Kita usahakan agar pameran-pameran otomotif GIIAS di luar Jakarta dan Jakarta Auto Week dapat menjadi stimulus untuk menaikkan angka-angka penjualan," ucap dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam pekan ini. Bob mengatakan untuk mengatasi lesunya penjualan, pemerintah perlu kembali memberikan insentif berupa relaksasi pajak untuk industri otomotif, seperti di era Covid-19 lalu.

"Jadi daya beli itu benar-benar harus ditingkatkan melalui relaksasi- relaksasi," pinta Bob.

Load More