Suara.com - Musim hujan seringkali membuat pemotor menghadapi tantangan tersendiri dalam berkendara. Kondisi jalan yang licin dan basah dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.
Pemilihan ban motor yang tepat menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan di tengah cuaca yang tidak bersahabat ini.
Ketika hujan turun, permukaan jalan menjadi licin dan mengurangi daya cengkeram ban terhadap aspal.
Fenomena ini dikenal dengan istilah hidroplaning, di mana lapisan air yang terbentuk antara ban dan permukaan jalan dapat menyebabkan motor kehilangan traksi.
Oleh karena itu, pemilihan ban yang tepat menjadi sangat krusial untuk meminimalisir risiko tergelincir atau kecelakaan lainnya. Berikut rekomendasi jenis ban yang dilansir dari Wahana Honda.
- Ban Bermotif Rapat
Salah satu pilihan terbaik untuk menghadapi musim hujan adalah ban dengan motif atau kembangan yang rapat.
Desain ini memiliki fungsi khusus untuk "memecah" air saat motor melintasi genangan. Semakin rapat pola kembangan pada ban, semakin efektif kemampuannya dalam mengalirkan air ke samping, sehingga meningkatkan daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan.
Namun perlu diingat, meski menggunakan ban bermotif rapat, tetap hindari melintasi genangan air yang terlalu dalam atau aliran air yang deras untuk menghindari risiko motor terguling.
- Ban Berteknologi Silika
Kemajuan teknologi dalam industri ban telah menghadirkan ban berteknologi silika yang menawarkan performa superior di kondisi basah.
Baca Juga: Ritual Pagi yang Mematikan: Fakta Mencengangkan di Balik Memanaskan Motor dalam Ruangan
Ban jenis ini diklaim mampu memberikan daya cengkeram yang lebih optimal pada permukaan jalan yang licin.
Keunggulan lainnya, ban silika dapat membantu pengendara menghindari selip saat berbelok atau mengerem mendadak.
Dengan durabilitas hingga 80 persen lebih baik dibandingkan ban karet konvensional, ban silika menjadi investasi yang worth it untuk keamanan berkendara di musim hujan.
- Ban Standar Pabrikan
Tidak perlu khawatir jika kalian masih menggunakan ban standar pabrikan. Produsen motor umumnya telah mempertimbangkan berbagai kondisi jalan, termasuk cuaca hujan, dalam menentukan spesifikasi ban standar mereka.
Yang terpenting adalah memastikan kondisi ban tetap optimal dengan memperhatikan kedalaman kembangan dan tekanan udara sesuai rekomendasi pabrikan.
Selain memilih jenis ban yang tepat, perawatan rutin juga crucial untuk memaksimalkan performa dan keamanan ban di musim hujan. Periksalah kedalaman kembangan secara berkala dan ganti ban jika sudah terlalu tipis. Pastikan tekanan angin selalu optimal karena tekanan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat mempengaruhi handling motor di jalan basah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Diler LEPAS Pertama di Luar Jakarta Resmi Buka di Yogyakarta: Bawa SUV Pintar, Bisa Parkir Sendiri
-
Strategi Motul Kuasai Pasar Oli di Tengah Maraknya Belanja Online
-
6 Mobil Listrik Termurah Pertengahan 2026: Mana yang Paling Layak Dibeli? Ini Kata Pengamat
-
Terpopuler: Recall Toyota 270 Ribu Mesin, Motor Listrik Yadea Bandung-Bogor
-
Memori Manis Setiap Kilometer Bersama Motor Honda
-
Reputasi 'Bandel' di Toyota Jadi Rusak Gara-Gara Mobil Satu Ini, 270 Ribu Mesin Kena Recall
-
Pilihan Mobil PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 KM
-
Motul Hadirkan Standar Baru Pelumas Motor 2 Tak Minim Asap
-
Nabrak pas Naik BYD? Perusahaan Siap Tanggung Kerugian, tapi Begini Syaratnya
-
Motor Listrik Yadea Tempuh Ratusan Kilometer Dalam Sekali Cas dengan Rute Bandung - Bogor