Suara.com - Rumor tentang kembalinya Suzuki ke MotoGP semakin menguat. Setelah sebelumnya mundur dari ajang balap motor paling bergengsi ini pada akhir 2022, Suzuki kini mengisyaratkan keinginannya untuk kembali berkompetisi di masa depan.
Namun, untuk bisa masuk ke grid, Suzuki harus mengambil alih tim yang sudah ada, bukan mendapatkan slot grid baru.
BMW Juga Tertarik
Menurut laporan dari Visordown, selain Suzuki, BMW juga menunjukkan minat yang serius untuk bergabung dengan MotoGP. Dengan regulasi baru yang kemungkinan akan diberlakukan pada tahun 2027, BMW tampaknya siap untuk melakukan langkah besar.
Dengan finansial yang kuat untuk membangun proyek MotoGP, minat yang berkelanjutan dalam balap Grand Prix, dan pembalap Superbike terbaik di dunia (Toprak Razgatlioglu) dalam line-up-nya, pindah ke MotoGP tampaknya menjadi pilihan realistis bagi BMW dalam beberapa tahun ke depan.
Tantangan untuk Masuk ke Grid
Saat ini, ada 11 tim di grid, berarti ada 22 slot grid, dan MotoGP tidak tertarik untuk memperluas lapangan saat ini.
Jika KTM, karena masalah keuangannya, harus keluar dari MotoGP, maka itu akan berarti dua tim (empat motor) yang akan tersedia, meskipun tidak ada indikasi hal itu terjadi saat ini.
Ducati memiliki tim terbanyak (tiga) dan motor terbanyak (enam) di grid meskipun kehilangan Pramac ke Yamaha untuk tahun 2025.
Baca Juga: Yamaha Jadi Pakai Mesin V4? Begini Kata Direktur Teknis
Namun, dengan setiap perusahaan lain yang saat ini terdiri dari dua tim (empat motor), mencapai kesepakatan dengan Ducati mungkin menjadi rute termudah ke MotoGP karena Dorna ingin kejuaraan ini sekompetitif mungkin antara berbagai merek.
Pernyataan Carlos Ezpeleta
Direktur olahraga Dorna Carlos Ezpeleta mengatakan ke media Spanyol Relovo: "Menurut saya, kejuaraan ini berada dalam momen yang luar biasa. Dengan lebih banyak pabrik mungkin akan lebih baik, mungkin ya. Tetapi kami tidak tahu, itu tergantung pada kinerja, investasi, dan promosi yang dilakukan merek tersebut.
"Yang jelas bagi kami adalah bahwa pintu terbuka, tetapi harus dengan kesepakatan dengan tim yang ada. Tujuan kami adalah agar tidak melebihi jumlah 22 pembalap dan tidak melebihi jumlah 11 tim. Kami telah memiliki 11 tim, semuanya memiliki nilai, dan jika seseorang ingin masuk, mereka harus mencapai kesepakatan dengan salah satu tim."
"Apa yang kami coba lakukan adalah menetapkan regulasi teknis sehingga pabrik baru dapat masuk, katakanlah, dengan investasi yang masuk akal dan itu nanti akan berdampak pada bisnis mereka, yang merupakan apa yang kami coba lakukan."
Berita Terkait
-
Yamaha Jadi Pakai Mesin V4? Begini Kata Direktur Teknis
-
Daftar Harga Mobil Suzuki Terbaru Desember 2024: Grand Vitara Hingga Carry Pick Up!
-
MAB Luncurkan Motor Listrik Pertama, Electro EL03/City
-
Gabungan V8 dan Motor Listrik, Mewah Bak Hotel Bintang 5: Intip BMW XM Hadiah Al-Nassr untuk Raja Gol CR7
-
Menguak Motor yang Ditunggangi Gibran saat Kunjungan Tanggap Bencana, Biasa Dipakai Buat Trabasan
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Rapor Penjualan Honda Awal 2026: Wajib Berbenah Biar Nggak Punah
-
Mobil Terlaris Indonesia 2026: Kejutan Besar Merek China, Nasib Honda yang Tertekan di Bulan April
-
5 EV dengan Jarak Tempuh Terjauh di Indonesia, Ada Mobil Listrik Buatan Lokal
-
Berkat Subsidi, Penjualan Mobil Listrik Toyota Kalahkan BYD
-
Nyali Teruji Sakit Dihadapi: Drama Skuad Honda pada ARRC 2026 di Sirkuit Buriram Demi Merah Putih
-
Lupakan eSAF, Penantang Honda PCX Ini Punya Fitur Ala Moge dan Bobot 30 Kg Lebih Ringan
-
Ganas dengan CBR250RR, Pembalap Yogyakarta Sukses Kibarkan Merah Putih di Sirkuit Buriram
-
Bukan Gran Max atau Carry, Mobil MBG di Garut Ini Bikin Off-Roader Melongo
-
Ironi Luky Alfirman: Lengser Gegara Loloskan Motor Listrik MBG, Garasi Pribadinya Cuma Mobil Tua
-
5 Motor Jangka Panjang Kelas 150cc: Teman Setia Pelajar dan Mahasiswa