Suara.com - Presiden Suzuki Motor Corporation, Toshihiro Suzuki, memberikan pernyataan mengenai masa depan lini sepeda motor pabrikan Jepang tersebut.
Dalam wawancara dengan MCN, ia mengisyaratkan kemungkinan kembalinya motor sport yang lebih fokus dalam waktu dekat.
Saat ini, lini motor sport Suzuki relatif kurang rapat, di mana ada celah di jajaran produk global, seperti kelas 250cc dan masih banyak lagi.
Merek Jepang ini tidak lagi memproduksi model GSX-R yang berorientasi trek untuk Eropa, setelah suntik mati GSX-R1000 superbike akibat regulasi emisi Euro5 pada tahun 2022.
Sebelum itu, model GSX-R600 dan 750 supersport sudah meninggalkan benua Eropa, dengan ketiga keluarga empat silinder kini hanya ditemukan di pasar tertentu, termasuk AS.
Namun, meskipun dengan lanskap saat ini, komentar terbaru dari presiden merek tersebut menunjukkan gambaran yang lebih positif untuk masa depan.
Banyak merek Eropa dan Jepang kini memperkenalkan kembali motor sport berukuran sedang ke jajaran mereka untuk tahun 2025.
“Kami tidak dapat memberikan detailnya, tetapi kami berpikir penting untuk membawa sepeda motor supersport ke pasar, dengan menyesuaikan diri dengan regulasi baru,” kata Toshihiro Suzuki.
“Kami pikir ini penting, karena ini adalah warisan Suzuki.”
Baca Juga: Bukan Indonesia, Royal Enfield Pilih Buka Pabrik Baru di Thailand
Kompetisi Ketat
Meskipun hampir punah beberapa tahun yang lalu, kelas supersport kini berada dalam kondisi terbaiknya selama beberapa waktu terakhir.
Tahun 2025 akan menyambut Yamaha R9 triple baru, KTM 990 RCR twin, Ducati Panigale V2, dan MV Agusta F3 RR yang lebih garang.
Tambahkan Honda CBR600RR yang kembali ke Eropa pada tahun 2024 setelah sempat disuntik mati pada tahun 2017, dan Kawasaki ZX-6R, maka Anda memiliki jajaran yang hebat.
“Hal terpenting, menurut kami, adalah membawa sepeda motor kepada pelanggan, dengan memenuhi semua regulasi,” lanjutnya.
“Tentu saja, balap itu penting, tetapi kami memprioritaskan membawa sepeda motor untuk pelanggan, termasuk mempertimbangkan netralitas karbon.”
Berita Terkait
-
Bukan Indonesia, Royal Enfield Pilih Buka Pabrik Baru di Thailand
-
Pesona "Baby ADV 160", Mesin Boleh Kecil tapi Punya Fitur Mahal
-
Pamit di Usia 94 Tahun: Osamu Suzuki, Sang Arsitek di Balik Kesuksesan Global Suzuki Motors
-
Pesona Barang Candu Caisar YKS yang Bikin Kolektor Roda Dua Ngiler, Harganya Tembus Rp55 Juta
-
Irit BBM, Harga Murah Kebangetan: Kenalan dengan Pesaing Honda BeAT, Skutik Ekonomis dengan Fitur Premium
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif