Suara.com - Hanya beberapa hari setelah dilaporkan bahwa 163 pekerja asal Tiongkok harus bekerja dalam kondisi seperti perbudakan di lokasi konstruksi pabrik BYD di Brasil, terungkap bahwa negara tersebut telah menghentikan penerbitan visa kerja sementara untuk produsen mobil terbesar Tiongkok tersebut sebagai respons terhadap tuduhan tersebut.
Kementerian Kehakiman Brasil mengungkapkan bahwa selain mencabut visa kerja sementara, pihaknya juga akan mencabut izin tinggal yang telah diterbitkan kepada pekerja Tiongkok jika ditemukan kondisi kerja yang seburuk yang diklaim oleh kantor jaksa ketenagakerjaan setempat.
Dilansir dari Carscoops, kementerian kehakiman tampaknya telah menerima pemberitahuan awal tentang investigasi ini, karena sumber anonim memberi tahu Reuters bahwa mereka mengajukan permintaan kepada Kementerian Luar Negeri untuk menangguhkan visa sementara pada 20 Desember, tiga hari sebelum jaksa mengumumkan temuan mereka.
Otoritas setempat mengklaim bahwa kontraktor Jinjiang Group, yang bertanggung jawab atas konstruksi pabrik baru BYD di Brasil, memiliki karyawan yang bekerja dalam "kondisi seperti perbudakan."
Mereka mengatakan staf ditempatkan di asrama yang penuh sesak tanpa kasur, fasilitas memasak terbatas, dan hanya ada satu toilet untuk setiap 31 pekerja. Jaksa juga menyebutkan bahwa paspor 107 pekerja ditahan oleh kontraktor.
Pejabat pemerintah juga menegaskan bahwa "panci dengan makanan yang sudah disiapkan ditemukan dibiarkan terbuka di lantai, terpapar kotoran dan tanpa pendingin, untuk disajikan keesokan harinya."
Dilaporkan pula bahwa pekerja hanya menerima 60% dari gaji mereka dan menghadapi "biaya berlebihan untuk mengakhiri kontrak kerja mereka."
Pada akhir pekan lalu, pejabat dari BYD dan Jinjiang Group membantah tuduhan tersebut. Beberapa pekerja di lokasi juga ditampilkan dalam video yang dibagikan di media sosial oleh Jinjiang, di mana mereka mengklaim bahwa mereka "menghargai" pekerjaan yang mereka miliki dan ingin terus bekerja di lokasi tersebut.
Mereka juga mengatakan bahwa perusahaan menahan paspor mereka untuk membantu mengajukan izin kerja sementara yang tidak dapat mereka lakukan sendiri.
Menyusul pengungkapan ini, BYD menyatakan telah mengakhiri kontraknya dengan Jinjiang dan memindahkan pekerja ke hotel terdekat untuk sementara waktu.
Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan terhadap kondisi kerja di proyek besar dan memastikan bahwa hak-hak pekerja dihormati. Dengan insiden ini, diharapkan ada perbaikan lebih lanjut dalam regulasi tenaga kerja di industri otomotif global.
Berita Terkait
-
Menyibak Pesona MPV Diesel Mitsubishi: Mesin Sekaliber Alphard tapi Harga Lebih Murah dari Innova Zenix
-
Perlebar Sayap: MG Investasi Jor-joran, Kini Bikin Pabrik di Mesir
-
Situs Ford Israel Serukan Pembebasan Sandera Hamas, Akun X-nya Dibobol: Free Palestine!
-
Seprestisius Land Cruiser tapi Cuma Seharga Fortuner: Tengok Pesona Jip 3 Pintu Racikan Toyota
-
Pantas Saja Perkembangannya Pesat, BYD Pekerjakan 110.000 Insinyur untuk Litbang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara
-
Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi
-
Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya
-
KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional
-
Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?