- Pengemudi wajib berhenti dan memeriksa kondisi lintasan rel serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
- Saat melintasi rel, pengendara mobil hybrid harus tenang dan tidak menekan pedal gas secara terlalu agresif.
- Jika mobil mogok di perlintasan, segera nyalakan ulang mesin atau tinggalkan kendaraan jika kereta sudah mendekat.
Suara.com - Mobil hybrid menjadi salah satu kendaraan elektrifikasi yang banyak menjadi pilihan masyarakat selain mobil listrik.
Namun apakah kerja mobil hybrid sama dengan mobil listrik terutama saat melintasi rel kereta api. Berikut tips aman dari Auto2000 saat akan melintasi rel kereta api menggunakan mobil hybrid, Sabtu (9 Mei 2026) :
Perhatikan Kondisi Lintasan Rel Kereta
Sebaiknya berhenti sesaat sebelum rel untuk menengok ke kiri-kanan. Perhatikan kondisi rel dengan permukaan jalan, apakah diagonal, selevel, berlubang, licin, menurun, atau menanjak.
Jaga Jarak Aman
Melaju perlahan dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan sebagai antisipasi keadaan darurat seperti mogok. Berhentilah di depan rel sembari menunggu mobil di depan menyeberang, meskipun risikonya diklakson kendaraan lain di belakang.
Melintas dengan Tenang dan Waspada
Setelah semua aman, pengemudi bisa melewati dengan tenang. Perhatikan kalau ternyata motor listrik yang bekerja, jangan terlalu agresif menekan pedal gas yang bisa membuat AutoFamily kehilangan kendali lantaran torsinya yang besar dan instan.
Waspada Perlintasan Rel Ganda
Baca Juga: Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia
Perhatikan apakah perlintasan memiliki rel ganda, bahkan double double track atau 4 lajur rel. Jangan terburu-buru maju karena ada rel lain dan biasanya intensitas kereta yang lewat juga tinggi.
Jangan Panik
Tidak perlu panik kalau mobil tiba-tiba mogok di tengah perlintasan. Cek panel instrumen, posisikan gigi transmisi di parkir (P), dan nyalakan ulang mesin kendaraan. Ingat prosedur menyalakan mesin seperti menginjak pedal rem untuk mobil matik.
Jika masih gagal, mintalah bantuan orang di sekitar untuk membantu mendorong keluar dari area berbahaya. Kalau sudah dalam posisi bahaya seperti kereta mendekat, segera tinggalkan mobil untuk mencegah timbulnya korban jiwa.
Jaga Kondisi Mobil
Kondisi mobil yang optimal akan membantu mencegah potensi masalah saat melintasi rel kereta. Tentu AutoFamily tidak mau busi mati sehingga mobil mogok di tengah jalan. Solusinya mudah, selalu jaga kondisi mesin mobil AutoFamily dengan rajin melakukan service berkala.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
-
Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?
-
Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line
-
DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia
-
Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua