Suara.com - Mayat yang hidup kembali memang sungguh mustahil terjadi. Namun ternyata hal tersebut nyatanya bisa terjadi berkat jalan rusak. Kok bisa?
Seperti dilansir dari NDTV, seorang kakek berusia 80 tahun asal India, yang telah "berpamitan" dengan dunia, justru mendapat tiket kembali ke kehidupan berkat sesuatu yang tak terduga - sebuah lubang di jalan.
Darshan Singh Brar, sosok mayat yang hidup kembali, awalnya telah menutup mata untuk selamanya, atau setidaknya begitulah yang semua orang kira. Diagnosis dokter sudah final, komplikasi jantung telah merenggut nyawanya.
Keluarga bahkan telah menyiapkan panggung terakhir, tenda pelayat berdiri kokoh, kayu kremasi telah ditumpuk rapi, dan aroma masakan untuk para pelayat mulai menguar di udara.
"Saudara laki-laki saya di Patiala memberi tahu kami tentang kematian kakek kami, dan dia membawanya ke Nising (kira-kira 100 km jauhnya) dengan ambulans untuk upacara terakhirnya," ujar Balwan Singh selaku cucu Darshan pada Januari 2024 dilansir dari NDTV.
"Kami telah memberi tahu kerabat kami dan penduduk setempat lain yang mengenalnya. Dan mereka sudah berkumpul untuk berduka atas kepergiannya. Tenda sudah didirikan dan makanan juga sudah disiapkan untuk para pelayat. Kami juga sudah mendapat kayu untuk kremasinya," tambahnya.
Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Dalam perjalanan terakhir yang seharusnya mengantar Darshan ke peristirahatan abadinya, sebuah kejadian yang biasanya mengundang gerutu justru membawa mukjizat.
Ambulans yang membawa jasadnya menghantam lubang jalan dengan keras. Dan seperti dalam dongeng, 'sang putri tidur' terbangun, hanya saja kali ini protagonisnya adalah seorang kakek, dan yang membangunkannya bukanlah ciuman pangeran, melainkan guncangan jalan berlubang.
Jemari yang tadinya kaku mulai bergerak. Jantung yang sempat berhenti kembali berdenyut. Dalam sekejap, suasana duka dalam ambulans berubah menjadi kepanikan yang penuh harap. Sopir ambulans yang tadinya mengantarkan "jenazah" mendadak harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa yang baru saja kembali.
Baca Juga: Momen Konvoi Mobil RI 1 Auto Menepi usai Melihat Ambulans Melintas: Bukan Soal Protokol, tapi...
Di Rumah Sakit NP Rawal, Karnal, para dokter mengonfirmasi apa yang terdengar mustahil. Darshan Singh Brar masih hidup. Dr. Netrapal, dengan takjub mencatat adanya denyut nadi dan tekanan darah pada pasien yang sebelumnya dinyatakan telah meninggal.
"Ketika dibawa ke kami, dia bernapas dan memiliki tekanan darah serta denyut nadi. Kami tidak tahu apa yang terjadi di rumah sakit lain, apakah itu kesalahan teknis atau hal lain," kata Netrapal.
Kisah ini tentu menghadirkan tanda tanya besar dalam dunia medis. Sungguh insiden yang tak terduga ini bikin orang normal geleng-geleng kepala.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Terjaring OTT KPK, Intip Isi Garasi Mewah Bupati Tulungagung Gatut Sunu: Land Cruiser hingga Truk
-
Apakah Skuter Listrik Boleh di Jalan Raya? Ini 5 Rekomendasi Ukuran Dewasa dengan Dudukan
-
Update Harga Mobil Listrik Wuling per April 2026, Mulai Rp200 Jutaan
-
Cara Bayar Pajak Motor Online 2026 Lewat HP, Praktis Tanpa Antre di Samsat!
-
7 Motor Matic Paling Irit Bensin Cocok Buat Narik Ojol Seharian, Gak Cuma Honda BeAT!
-
Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi
-
Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan
-
Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?
-
Isuzu D-Max Rodeo Hadir dengan Mesin Diesel Terbaru Jawab Kebutuhan Operasional Medan Ekstrem
-
Harga Bak Bumi dan Langit: Motor Listrik MBG Emmo JVH Max vs Local Pride Polytron Fox, Mending Mana?