Suara.com - Dengung mesin motor besar alias moge mungkin akan segera terdengar di jalan-jalan tol Indonesia. Hal ini tengah diusulkan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR, Andi Iwan Darmawan Aras pada rapat bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BMKG dan Kepala Basarnas, dan Kakorlantas Polri di Youtube TVR Parlemen.
"Ini sekedar masukan, seperti untuk motor gede, moge. bagaimana agar supaya moge ini juga punya, kalau saya enggak salah hanya di Indonesia nih moge tidak diizinkan masuk ke jalan tol," ujar Andi Iwan.
"Ini saya kira potensi pendapatan Pak, kalau moge yang kurang lebih saya enggak tahu berapa jumlah berapa juta yang ada di Indonesia, ini diberik peluang untuk masuk, saya kira itu pangsa pasar bagi pengusaha jalan tol," tambahnya.
Jika membandingkan dengan negara lain, Indonesia agak "ketinggalan zaman" dalam hal ini. Coba tengok negara tetangga! Di Filipina, asal punya moge 400cc ke atas, silakan meluncur di tol. Singapura dan Malaysia? Bahkan motor 50cc pun diperbolehkan menikmati aspal mulus jalan bebas hambatan mereka.
Semakin jauh kita melirik, semakin menarik faktanya. Di negeri Sakura, motor 125cc sudah bisa turing di tol. Amerika? Tergantung negara bagiannya, tapi rata-rata dari 50cc sudah welcome di sana. Eropa malah lebih fokus pada performa - di Jerman yang penting motormu bisa ngebut di atas 60 km/jam!
Tapi tunggu dulu, ini bukan sekadar tentang kebebasan berkendara. Ada potensi ekonomi yang menggiurkan di baliknya. Bayangkan sistem langganan khusus untuk para pengendara moge. Belum lagi peluang pengembangan infrastruktur di sekitar tol. Kas negara bisa makin tebal.
Saat ini memang baru motor patroli dan pengawal VIP yang bisa merasakan nikmatnya melaju di tol. Tentu saja, semua ini butuh kajian mendalam. Keselamatan tetap nomor satu. Infrastruktur harus siap. Regulasi harus matang.
Bagaimana menurut Anda? Apakah kalian siap motor-motor besar berderu di jalan tol Indonesia?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi
-
Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan
-
Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?
-
Isuzu D-Max Rodeo Hadir dengan Mesin Diesel Terbaru Jawab Kebutuhan Operasional Medan Ekstrem
-
Harga Bak Bumi dan Langit: Motor Listrik MBG Emmo JVH Max vs Local Pride Polytron Fox, Mending Mana?
-
5 Mobil Bekas Keluaran 2016: Tak Bikin Tekor Meski Pakai BBM Non Subsidi, Mulai 80 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Gran Max Melejit 40 Persen Efek Program MBG
-
Daftar Koleksi Mobil dan Motor Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Terjaring OTT KPK
-
Di Balik Tampilan Garangnya, Motor Listrik Emmo BGN Punya Kembaran di China, Produk Rebadge?
-
Anggota DPR Dapat 2 Pelat Nomor Khusus: Demi Permudah Dalam Jalani Tugas