Suara.com - Musim hujan kerap membawa masalah bagi pemilik kendaraan, terutama ketika interior mobil menjadi lembap dan mengeluarkan bau tidak sedap. Apa yang harus dilakukan jika interior mobil lembap dan baru?
Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan penumpang jika dibiarkan terlalu lama.
Mengapa Interior Mobil Lembap dan Berbau?
Kelembapan berlebih di interior mobil umumnya disebabkan oleh beberapa faktor:
- Air hujan yang terbawa masuk melalui sepatu atau payung basah
- Kebocoran kecil pada seal pintu atau kaca
- Sistem drainase mobil yang tersumbat
- AC mobil yang kurang optimal
Untuk mengatasi masalah ini seperti dilansir dari Wuling Indonesia, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah pengeringan awal dengan membuka semua pintu mobil selama 15-20 menit.
Selanjutnya, keluarkan karpet dan aksesori yang basah, serta gunakan handuk mikrofiber untuk menyerap air yang terlihat.
Pembersihan dengan vacuum cleaner khusus mobil juga sangat penting, dengan memastikan seluruh permukaan termasuk sela-sela jok dan area bawah dashboard dibersihkan secara menyeluruh.
Treatment khusus anti jamur merupakan langkah penting berikutnya. Aplikasikan pembersih khusus interior mobil yang mengandung anti jamur secara merata pada permukaan yang rawan jamur, biarkan bekerja selama 10-15 menit, kemudian lap dengan kain bersih dan kering.
Untuk pencegahan, penggunaan dehumidifier portable di dalam mobil sangat direkomendasikan, dengan rutin mengganti atau mengosongkannya secara berkala.
Baca Juga: Bos Xiaomi Ungkap Rencana Mulai Pasarkan Mobil Listrik di Luar China Saingi BYD
Sirkulasi udara yang baik juga berperan penting dalam mencegah kelembapan.
Hal ini dapat dijaga dengan membuka jendela mobil secara berkala, memastikan filter AC bersih dan berfungsi optimal, serta memeriksa saluran drainase AC secara rutin.
Penggunaan bahan alami seperti silica gel, baking soda dalam kantong kain, atau arang aktif dalam kemasan khusus juga efektif untuk menyerap kelembapan berlebih.
Perawatan jangka panjang meliputi pemeriksaan rutin pada seal pintu dan kaca, saluran pembuangan air, serta kondisi karpet dan jok.
Aplikasi coating interior juga penting, termasuk pelapis anti air pada jok, coating khusus untuk dashboard, dan treatment pada karpet.
Tips tambahan yang dapat diterapkan adalah menyimpan payung basah dalam plastik khusus, menggunakan alas kaki yang mudah dibersihkan, menyediakan lap mikrofiber di mobil, dan rutin membersihkan AC minimal setiap 6 bulan sekali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Gaya Maskulin Chery J6T Mobil Listrik Off Road Boxy yang Siap Terjang Berbagai Medan
-
7 Rekomendasi Motor Matic Alternatif Honda Vario, Performa Andal
-
7 Rekomendasi Motor Listrik Roda 3 dengan Kapasitas Baterai Jumbo
-
5 Kebiasaan yang Bikin CVT Motor Matic Cepat Rusak, Awas Putus di Jalan
-
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
-
5 Sedan Elegan Murah Menawan Harga Rp150 Jutaan Cocok untuk Karyawan Biar Makin Rupawan
-
Mimpi Mobil Murah Buyar? Ini Alasan Harga LCGC Kini Tembus Rp200 Juta
-
Bosan Mobil Jepang? Ini 9 Mobil Eropa dan Amerika Bekas Mulai 80 Jutaan, Produksi 2015 ke Atas!
-
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
-
5 Bedanya Sleeper Bus vs Eksekutif, Modal Rp100 Ribuan Lebih Worth It Mana?