Suara.com - Di tengah gegap gempita dunia otomotif China, Xiaomi SU7 Ultra hadir bak meteor yang menyilaukan. Bayangkan sebuah sedan listrik dengan kekuatan dahsyat 1.526 tenaga kuda, melesat bagai kilat di jalanan.
Namun, seperti pepatah lama mengatakan: dengan kekuatan besar, datang tanggung jawab yang lebih besar.
Hanya beberapa hari setelah mobil futuristik ini sampai ke tangan para pemilik pertamanya, sebuah insiden mengejutkan terjadi. Di sebuah sirkuit balap, salah satu SU7 Ultra mengalami kecelakaan tak terduga seperti dilansir dari CarnewsChina.
Namun, drama mulai terungkap pada 9 Maret. Sebuah video viral memperlihatkan bagaimana sang "kuda besi listrik" kehilangan kendali di tikungan, meluncur dengan kecepatan di atas 120 km/jam, sebelum akhirnya berpelukan dengan dinding ban.
Meski mengalami kerusakan yang cukup serius, sistem keselamatan mobil bekerja sempurna - airbag mengembang tepat waktu, menyelamatkan sang pengemudi.
Yang menarik, Xiaomi sepertinya sudah mengantisipasi hal ini. Mereka memasang "pengaman digital" berupa pembatas kecepatan dan daya untuk 300 kilometer pertama.
Lei Jun, sang CEO Xiaomi Auto, dengan bijak mengingatkan para pemilik: "Kekuatan besar membutuhkan pengendalian yang tepat."
Perusahaan bahkan menyediakan Pelatihan Mengemudi Elite khusus - sebuah "sekolah" untuk menjinakkan kuda besi bertenaga super ini.
Berbicara soal spesifikasi, SU7 Ultra bukanlah mobil biasa. Dengan tiga motor listrik yang menghasilkan total 1.526 tenaga kuda dan torsi 1.770 Nm, mobil ini bisa melesat dari 0-100 km/jam dalam waktu 1,98 detik!
Baca Juga: Xiaomi Mulai Tampilkan Logo Baru Redmi di Perangkat Lama
Kecepatan maksimalnya? Lebih dari 359 km/jam - cukup untuk membuat jantung berdebar kencang.
Dimensinya pun mengesankan: panjang 5.115 mm dengan spoiler belakang selebar 1.560 mm yang menghasilkan downforce 285 kg pada kecepatan tinggi.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa teknologi canggih dan performa tinggi perlu diimbangi dengan kehati-hatian dan keahlian. Seperti kata pepatah: mobil super memang menawan, tapi kemampuan mengemudi yang mumpuni tetap tak tergantikan
Tentang Xiaomi SU7 Ultra
Xiaomi SU7 Ultra adalah mobil listrik performa tinggi yang menandai langkah signifikan Xiaomi ke dalam industri otomotif.
Mobil ini dirancang untuk bersaing di pasar sedan listrik premium, menawarkan kombinasi antara performa luar biasa, teknologi canggih, dan desain yang elegan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara
-
Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi
-
Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya
-
KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional
-
Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?