Suara.com - Firma riset Counterpoint memprediksi bahwa BYD akan untuk pertama kalinya mengalahkan Tesla di pasar mobil listrik murni pada tahun 2025 ini. BYD diperkirakan akan meraup 15,7 persen pasar mobil listrik dunia.
Keberhasilan BYD itu, demikian dijelaskan Counterpoint seperti dilansir dari CNEVPost, berkat investasi besar di bidang riset serta inovasi dan sokongan dari Beijing.
Di bidang inovasi, terobosan charger ultra fast 1000 kW dari BYD disebut sebagai salah satu contoh yang akan membawa raksasa otomotif asal Tiongkok itu menguasai pasar lebih besar tahun ini.
Dengan charger anyar itu, BYD mengeklaim bisa mengisi baterai mobil-mobilnya hanya dalam waktu 5 menit - setara dengan waktu yang diperlukan untuk mengisi bensin pada mobil berbahan bakar minyak.
Sementara Tesla kini sedang menghadapi banyak masalah. Salah satunya adalah aktivitas politik Elon Musk, pendiri dan bos Tesla, yang membuat para konsumen antipati.
Dukungan dan kedekatan Musk dengan Presiden Donald Trump membuat Tesla dijauhi di Kanada, Eropa, China bahkan di Amerika Serikat sendiri.
"Data-data kami di awal 2025 sudah menunjukkan penurunan penjualan Tesla di Amerika Serikat dan Eropa," terang Counterpoint.
Sementara itu ketegangan geopolitik, termasuk perseteruan dagang antara Amerika Serikat dan China, juga membuat rantai pasok Tesla terganggu
Faktor-faktor ini, berbarengan dengan tersendatnya peluncuran model baru serta semakin ketatnya persaingan, membuat performa Tesla menurun di 2025.
Baca Juga: Bukan Tesla atau Toyota, Ternyata Model Sedan Ini yang Paling Banyak Dicari
"Elon Musk seperti mencetak gol bunuh diri ke gawang Tesla dan kita akan melihat dampaknya pada penurunan penjualan perusahaan di Q1 2025," terang Liz Lee dari Counterpoint.
Masalah yang dihadapi Tesla ini menjadi peluang bagi BYD, bukan saja di pasar dalam negeri tetapi juga di pentas global. BYD sendiri kini sedang agresif memperluas pasarnya termasuk di Eropa, Amerika Selatan, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Afrika.
Penjualan Tesla pada Kuartal Pertama 2025 hanya mencapai 336.681 unit, jauh di bawah ekspektasi Wall Street yang memperkirakan penjualan mencapai 390.343 unit.
Angka itu juga turun 12,9 persen dari penjualan mobil Tesla di Kuartal I 2024 lalu, ketika penjualan perusahaan mencapai 386.810 unit. Penjualan Tesla juga turun 32,06 persen dari Kuartal IV 2024 lalu.
Faktanya ini adalah penjualan teredah Tesla sejak Kuartal II 2022 silam.
Raja di Kuartal I
Berita Terkait
-
BYD Jual Hampir 1 Juta Unit Mobil di Q1 2025, Hybrid Semakin Populer
-
Kia PV5 Disulap Jadi Kantor Berjalan Lewat Kolaborasi dengan LG
-
Pemilik Chery J6 Keluhkan Kualitas Mobil Baru dari China
-
3 Mahasiswi Tewas Terbakar di Mobil Listrik Xiaomi SU7: Ini Kronologi dan Tanggapan Perusahaan
-
BYD Mendobrak Dominasi Tesla di Panggung Mobil Listrik Global, Raja Baru Telah Lahir
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus