Suara.com - Produsen mobil listrik asal China, Xpeng pernah sesumbar bila perusahaan sudah bisa balik modal pada akhir tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Xpeng, Brian Gu dalam sebuah sesi wawancara belum lama ini.
"Saya pikir suatu saat di tahun depan, mungkin menjelang akhir tahun depan, kita akan mencapai titik balik modal... Kami berada dalam posisi yang sangat yakin bahwa hal itu akan menjadi lebih mungkin," kata Brian Gu, akhir tahun lalu, dikutip Kamis (17 April 2025).
Lebih lanjut, Brian Gu, mengklaim bahwa Xpeng memiliki permintaan yang kuat untuk model-model baru dan ekspansi ke pasar-pasar luar negeri juga akan meningkatkan profitabilitas perusahaan.
"Saya pikir Xpeng memang sedang memasuki siklus super," kata Gu.
Sejauh ini penjualan mobil listrik Xpeng memang cukup terbantu dengan adanya subsidi dari pemerintah China untuk pertukaran mobil lama dengan kendaraan listrik dan mobil yang lebih hemat bahan bakar.
Sedangkan tahun ini Xpeng berencana meluncurkan empat model baru tahun ini dan akan meningkatkan ekspansi di pasar luar negeri selain Amerika Utara, di mana kendaraan listrik China menghadapi tarif 100%.
"Mobil China terancam dikenakan tarif lebih dari 20% untuk penjualan di Eropa, tetapi para pembuat mobil saat ini tengah menjajaki semua opsi untuk mengatasi masalah tarif tersebut," ungkap Gu.
Xpeng Diprediksi Bangkrut
Baca Juga: Krisis Neta Auto: Ketika Janji Mobilitas Listrik Berujung Tuntutan Diler
Dalam sebuah sesi diskusi, para panelis yang berisi pakar industri otomotif China dalam acara Auto Market Hot Topics+ yang digelar Tencent News pada pekan ini memprediksi bila Xpeng berpotensi untuk gulung tikar.
Dalam diskusi ini yang dibahas adalah tiga startup mobil listrik China, Xpeng, Nio dan Li Auto.
Zhu Xican, salah satu panelis yang merupakan pengajar Teknik Otomotif pada Universitas Tongji, China mengatakan Xpeng tak akan bertahan lama dan bahkan gulung tikar hanya dalam tempo 3 tahun.
Xpeng, terang Zhu, pada tahap yang masih awal ini terlalu mengandalkan software atau peranti lunak tapi tak peduli dengan bagian-bagian lain yang penting pada sebuah mobil.
Lebih lanjut Zhu mengatakan bahwa pabrikan yang menjual mobil di bawah 2 juta unit tidak akan bertahan lama, karena skalanya masih terlalu kecil sementara ongkos untuk riset terlalu tinggi.
"Jika ongkos riset kecil, maka pengembangan teknologi akan mandek. Sementara jika investasi riset terlalu tinggi dan penjualannya kecil, maka merek itu akan mati," tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Percepat Elektrifikasi Otomotif Nasional, Prabowo Diapresiasi Pekerja Pabrik
-
Investasi yang Fokus Pada Keselamatan Kunci Efisiensi Operasional Armada Logistik
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk GoCar Prestige, Beserta Syarat Speknya
-
5 Rekomendasi Motor Bekas untuk GoRide Comfort dan GrabBike XL
-
Daftar Harga Motor Listrik Alva: Mana Saja yang Jago di Tanjakan?
-
5 Motor Listrik Anti Konslet, Tak Gundah di Musim Hujan, Kebal Banjir
-
Terpopuler: Motor Listrik MBG Kalah dari Jagoan Lokal, EV Murah untuk Taksi Online
-
5 Mobil Listrik Bekas Termurah yang Cocok untuk Taksi Online, Mulai Rp100 Jutaan
-
Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?