Suara.com - Rabu pagi, 30 April 2025, suasana di Markas Polda Metro Jaya mendadak menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena kedatangan mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo—yang akrab disapa Jokowi—melainkan karena sebuah detail tak terduga yang menyertai kunjungannya. Di tengah agenda serius untuk membuat laporan terkait tudingan ijazah palsu, kendaraan yang ditumpanginya justru menarik perhatian: sebuah Toyota Kijang Innova hitam dengan pelat nomor B 2329 SXI, yang ternyata belum membayar pajak.
Dalam sebuah unggahan akun X /review_soc4086 diperlihatkan Kijang Innova hitam menjadi tunggangan Jokowi saat melawat ke Polda Metro Jaya.
Setelah Suara.com mengecek di aplikasi resmi Cek Ranmor dan data dari sistem informasi kendaraan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, diketahui bahwa mobil tersebut tercatat atas nama PT Indonesia Berlian Y.
Yang mengejutkan, pajak kendaraan itu sudah jatuh tempo sejak 3 Maret 2025. Meski masa berlaku STNK-nya masih sampai Maret 2026, status keterlambatan pembayaran pajak tentu menjadi pertanyaan besar—terlebih kendaraan ini digunakan untuk keperluan resmi oleh tokoh penting negara.
Berdasarkan informasi dari situs Samsat Jakarta, total tunggakan yang harus dibayar memang tidak fantastis—sekitar Rp6.368.400.
Rinciannya, denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp121.400 dan denda SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) sebesar Rp35.000.
Namun, ini tetap menjadi sorotan, mengingat kendaraan tersebut bukan sekadar mobil pribadi, melainkan digunakan dalam kegiatan penting oleh sosok publik berprofil tinggi.
Kunjungan Jokowi ke Polda Metro Jaya sendiri berlangsung dalam suasana tertib dan resmi. Ia tampak mengenakan batik cokelat dan didampingi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) serta tim kuasa hukum.
Setibanya di lokasi, Jokowi langsung menuju gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) tanpa memberikan pernyataan kepada awak media yang sejak pagi sudah menantikan kedatangannya.
Baca Juga: Harga Kijang Innova Zenix Hybrid Turun Rp 10 Juta Setelah Kantongi Persyaratan TKDN
Tak lama kemudian, mantan presiden itu berpindah ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum. Rangkaian kegiatannya tampak sudah terjadwal dengan rapi.
Namun satu hal yang menarik perhatian: pemilihan kendaraan yang digunakan. Kijang Innova, meski bukan kendaraan mewah, dikenal sebagai mobil fungsional yang mencerminkan kesederhanaan—ciri khas Jokowi selama menjabat.
Meski demikian, detail mengenai status pajak kendaraan ini memicu diskusi di tengah masyarakat.
Bagaimana mungkin kendaraan operasional seorang mantan presiden luput dari pengecekan administratif seperti ini? Siapa yang seharusnya bertanggung jawab?
Dan, apa artinya hal ini bagi upaya transparansi dan penegakan aturan, tak hanya untuk masyarakat umum, tapi juga bagi para tokoh negara?
Peristiwa ini pun menjadi cermin yang memperlihatkan pentingnya ketertiban administratif, tak peduli siapa pemilik kendaraan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis