Suara.com - Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza memberikan sinyal terkait pemberian insentif sepeda motor listrik tetap akan dilanjutkan tahun ini.
Faisol, saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian di Jakarta, Selasa (1/7/2025), mengatakan ada kemungkinan subsidi motor listrik akan diumumkan pada Agustus mendatang.
Ia mengungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menyetujui anggaran subsidi sepeda motor listrik tahun 2025 sebesar Rp 250 miliar, turun sekitar Rp 100 miliar dari tahun 2024 lalu.
“Rapat terakhir secara langsung disetujui sebenarnya oleh Bu Menkeu (Sri Mulyani). Waktu itu cari angka (besaran subsidi) berapa, terus ada atau tidak (anggarannya),” ungkap Wamenperin.
Namun, ia mengatakan masih memerlukan diskusi lebih lanjut bersama kementerian teknis terkait dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian soal skema insentif ini.
Wamenperin mengatakan, ada sejumlah usulan skema pemberian insentif sepeda motor listrik, yaitu mengikuti skema lama dengan pemberian potongan subsidi Rp7 juta per unit yang dibeli atau disamakan dengan pemberian insentif Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP).
“Ada (usulan) seperti yang (skema) sebelumnya, kemudian satu lagi yang seperti BMDTP. Tapi rupanya teman-teman pelaku ingin seperti yang tahun sebelumnya,” ujar Faisol.
Lebih jauh, ia memperkirakan peluncuran insentif bisa terealisasi pada Agustus, menyusul sejumlah diskusi lainnya bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Kita minta dipercepat. Rapat terakhir karena masih fokus untuk musim liburan ini. Pak Menko (Perekonomian, Airlangga Hartarto) akan menjadwalkan (rapat mendatang) setelah musim liburan ini, kemungkinan di bulan Agustus,” kata Wamenperin Faisol.
Baca Juga: Subsidi Motor Listrik Rp7 Juta Lanjut di 2025! Beli Sekarang atau Nanti?
Sebelumnya, pemberian subsidi motor listrik oleh pemerintah sempat tertunda imbas dari kebijakan tarif impor Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto mengatakan skema insentif motor listrik tahun ini berupa subsidi pajak ditanggung pemerintah (DTP).
Inisiatif ini masuk ke dalam lima paket stimulus ekonomi yaitu diskon tarif listrik, PPN DTP pembelian properti dan otomotif, PPN BM DTP otomotif, kendaraan listrik dan hibrida, subsidi pajak DTP motor listrik, dan PPh DTP sektor padat karya.
Berita Terkait
-
Pemerintah Soroti Standar Industri Hijau Pabrik Semen
-
Yamaha X-Ride Minggir Dulu: Motor Listrik Sangar Buatan Dalam Negeri Layak Dilirik
-
5 Rekomendasi Motor Listrik Rp15 Juta Cocok untuk Anak Sekolah, Hemat Ongkos Servis
-
Schneider Electric Perluas Pabrik di Cikarang, Dapat Kunjungan Dubes Prancis dan Kemenperin
-
6 Rekomendasi Motor Listrik Terbaik dan Termurah: Kapasitas Baterai Besar, Bodi Kuat!
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Wajah Baru New Suzuki XL7 yang Tampil Lebih Sporty dengan Sederet Perubahan Eksterior
-
Pasutri Lansia Indonesia Taklukkan Rute Jakarta Mekkah Pakai Toyota Voxy
-
Pasarkan Produk di Indonesia, Changan Akui Belum Pikirkan Lakukan Perakitan Lokal
-
Inspirasi Yamaha Grand Filano dengan Gaya Racing Look yang Sedang Jadi Tren Modifikasi
-
Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026
-
Motor Jarang Dipakai, Kapan Sebaiknya Ganti Oli?
-
Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Logistik Kalimantan Lewat Layanan di Tengah Jalur Tambang Sandai
-
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam
-
Hyundai akan Tinggalkan Mobil ICE, Apa Saja Gantinya?