Suara.com - Penjualan mobil listrik KIA mengalami penurunan tajam di sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Hal ini terlihat dari penurunan penjualan dua model mobil listrik EV6 dan EV9.
Terpantau penjualan KIA EV6 dan KIA EV9 untuk pasar Amerika Serikat. Walapun secara keseluruhan, penjualan perusahaan otomotif asal Korea Selatan ini mengalami peningkatan.
Melansir Carscoops, data penjualan terbaru mengungkapkan bahwa KIA hanya mampu menjual sebanyak 4.938 unit EV9 di Amerika Serikat dalam enam bulan pertama tahun ini.
Angka tersebut turun drastis hampir 49 persen dari 9.671 unit yang terjual pada periode yang sama tahun 2024. Kondisinya tidak lebih baik pada bulan Juni, dengan hanya 913 unit EV9 baru yang terjual, turun 52 persen dibandingkan dengan 1.905 unit yang terjual pada bulan Juni 2024.
Performa penjualan KIA EV6 juga mengalami penurunan. Tahun ini, penjualan turun sebesar 46 persen, dengan 5.875 unit terjual dibandingkan tahun sebelumnya yang berhasil terjual sebanyak 10.941 unit.
Sementara pada bulan Juni tahun sebelumnya, penjualan KIA EV6 sebenarnya terbilang cukup moncer dengan catatan sebanyak 2.171 unit.
Namun catatan tersebut tidak berbanding lurus dengan tahun ini. Dimana penjualan KIA EV6 hanya sebanyak 680 unit atau mengalami penurunan hingga 69 persen.
KIA Recall EV9
Meski menjadi andalan perusahaan di segmen mobil listrik, KIA EV9 bukan tanpa catatan negatif.
Baca Juga: 3 Mobil Listrik Termurah Juli 2025: Kuat Tanjakan, Harga Mulai Rp 100 Juta
KIA pernah melakukan recall atau menarik kembali 22.883 mobil EV9 karena kursi baris kedua dan ketiga pada model mobil itu kemungkinan tidak terpasang dengan benar.
Penarikan kembali terhadap model EV9 tahun produksi 2024 dan 2025 itu dilakukan karena ada "kesalahan pekerja pabrik perakitan" yang mungkin membuat kursi mobil tidak terpasang dengan baik.
Kekeliruan pemasangan yang membuat kursi mobil tidak terpasang dengan baik mungkin akan menimbulkan suara berisik ketika mobil dikendarai.
KIA pertama kali menyadari adanya masalah pada September 2024, saat itu terdapat laporan mengenai ketiadaan baut pada kursi baris ketiga EV9 keluaran 2024.
Beberapa hari kemudian ditemukan permasalahan selanjutnya yang mendapati baut pada kursi baris kedua dan ketiga tidak terpasang.
Perusahaan kemudian melakukan pemeriksaan pada 990 kendaraan di sebuah pelabuhan, tetapi tidak ada satupun yang ditemukan kehilangan baut kursi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat
-
Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta
-
Gejala Kerusakan Shockbreaker Mobil Apa Saja? Simak Tanda Penting Berikut
-
Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?
-
Penjualan Anjlok 87 Persen, Kia Kapok Jualan Sedan dan Pilih Suntik Mati
-
Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?
-
Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?
-
Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan
-
Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar
-
Chery Indonesia Bongkar Penyebab Tiggo Cross Terbakar di Bandung