Suara.com - Mencari mobil murah di tengah kondisi ekonomi yang serba tak menentu memang jadi tantangan tersendiri.
Segmen Low Cost Green Car (LCGC) yang dulu jadi andalan kini hadir dengan dinamika baru, dan kabar terbarunya cukup mengejutkan: sang primadona, Honda Brio Satya, harus merelakan takhtanya di paruh pertama tahun 2025.
Pasar otomotif, khususnya segmen LCGC, memang sedang lesu. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke diler) LCGC sepanjang semester I 2025 hanya mencapai 64.063 unit.
Angka ini anjlok cukup dalam sebesar 28,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 89.643 unit.
Lalu, siapa yang berhasil merebut gelar mobil LCGC terlaris? Berikut adalah 5 juaranya.
1. Daihatsu Sigra: Sang Juara Baru (21.029 unit)
Secara tak terduga, Daihatsu Sigra berhasil melesat ke posisi puncak sebagai mobil LCGC terlaris di Indonesia.
Dengan total penjualan wholesales mencapai 21.029 unit, Sigra membuktikan bahwa kebutuhan akan mobil keluarga 7-penumpang dengan harga terjangkau masih sangat tinggi.
Praktis, fungsional, dan irit menjadi kunci utama kesuksesan MPV mungil ini merebut hati konsumen Indonesia.
Baca Juga: Berapa Harga Mobil Brio Bekas? Cek Daftar Update Harganya dari Gen 1 Sampai Terbaru
2. Honda Brio Satya: Turun Takhta (18.233 unit)
Meskipun harus puas di posisi kedua, Honda Brio Satya tetap menjadi pemain kuat di segmen ini.
Terjual sebanyak 18.233 unit, Brio Satya yang menggabungkan tipe S dan E tetap menjadi idola anak muda dan keluarga kecil yang mencari city car dengan desain sporty dan performa lincah.
Penjualannya yang solid menunjukkan bahwa Brio masih punya basis penggemar yang sangat loyal.
3. Toyota Calya: Kembaran yang Konsisten (14.359 unit)
Menemani kembarannya di tiga besar, Toyota Calya berhasil mengamankan posisi ketiga.
Dengan penjualan sebanyak 14.359 unit, Calya terus menjadi pilihan rasional bagi konsumen yang menginginkan sebuah mobil keluarga fungsional dengan jaminan kualitas dan layanan purna jual dari Toyota.
Posisinya membuktikan bahwa duet maut Astra di segmen LCGC 7-penumpang masih terlalu tangguh untuk dilawan.
4. Daihatsu Ayla: Si Mungil yang Bertahan (6.434 unit)
Di tengah persaingan ketat, Daihatsu Ayla menunjukkan konsistensinya dengan menempati urutan keempat.
Adik dari Sigra ini mencatatkan penjualan sebanyak 6.434 unit. Ayla menjadi pilihan cerdas bagi mereka yang butuh mobil pertama yang super kompak, irit bahan bakar, dan lincah untuk mobilitas perkotaan yang padat.
5. Toyota Agya: Menutup 5 Besar (4.008 unit)
Posisi kelima diisi oleh kembaran Ayla, yaitu Toyota Agya, dengan distribusi sebanyak 4.008 unit.
Meski berada di urutan buncit dalam daftar ini, Agya tetap menjadi bagian penting dari peta persaingan mobil murah di tanah air, menawarkan DNA Toyota dalam paket yang lebih kecil dan agresif.
Ironi Mobil Murah yang Tak Lagi Murah
Meskipun penjualan LCGC secara keseluruhan menurun, ada fenomena menarik yang perlu dicermati. Harga mobil di segmen ini terus meroket, jauh dari citra "mobil murah" saat pertama kali diluncurkan pada 2013.
Kenaikan harga ini, ditambah dengan munculnya opsi mobil hybrid dan listrik yang semakin terjangkau, menjadi tantangan besar bagi masa depan segmen LCGC di Indonesia.
Meskipun begitu, data penjualan semester pertama 2025 ini menunjukkan bahwa di tengah segala tantangan, mobil LCGC tetap menjadi pilihan volume terbesar bagi sebagian masyarakat Indonesia yang mencari kendaraan baru dengan harga paling rasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Jelang Penutupan, IIMS 2026 Makin Ramai Pengunjung dan Bertabur Promo
-
Kapan Harus Ganti Ban Motor? Ini 5 Rekomendasi Ban Anti Licin di Jalan
-
Apakah Beli Mobil Bekas Harus Balik Nama? Cek 5 Rekomendasi MPV di Bawah Rp70 Juta
-
IIMS 2026 Buktikan Keberhasilan Transformasi Pameran Otomotif Berbasis Kolaborasi Industri
-
Tak Sebatas Sektor Otomotif, IIMS 2026 Gerakkan Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif
-
9 Cara Menghilangkan Bekas Stiker di Motor yang Membandel
-
5 Rekomendasi Oli Mesin Vespa 2 Tak, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Beli Motor Bekas Tarikan Leasing Apakah Aman? Pertimbangkan Hal Berikut
-
Tetap Berjaya Meski Sudah Ada Penerusnya, Mazda 2 Berapa cc?
-
Terpopuler: Pajak Kendaraan Jateng Meroket tapi Jogja Tetap, NMax Kini Lebih Murah dari Beat