Suara.com - Memiliki mobil pribadi seringkali menjadi impian bagi masyarakat urban di kota-kota besar Indonesia untuk menunjang mobilitas. Namun, dana yang terbatas kerap menjadi kendala.
Jangan khawatir, dengan bujet di bawah Rp60 juta, Anda sudah bisa membawa pulang mobil bekas yang tidak hanya murah, tetapi juga sudah dilengkapi teknologi modern seperti mesin injeksi, hemat bahan bakar, dan punya pajak tahunan yang ramah di kantong.
Mencari mobil dengan kriteria tersebut memang gampang-gampang susah. Kuncinya adalah fokus pada mobil yang memiliki reputasi baik dalam hal efisiensi dan biaya operasional. Pilihan jatuh pada segmen Low Cost Green Car (LCGC) bekas atau sedan yang dikenal bandel.
Bagi Anda yang sedang berburu kendaraan pertama atau mobil kedua dengan dana terbatas, berikut adalah rekomendasi mobil bekas murah di bawah Rp60 juta yang sudah menggunakan mesin injeksi, irit BBM, dan pajaknya ringan.
1. Daihatsu Ayla Tipe D atau M (2013-2014)
Daihatsu Ayla generasi pertama merupakan salah satu pilihan paling rasional di segmen ini. Dengan dana sekitar Rp 50 jutaan hingga Rp 60 jutaan, Anda sudah bisa mendapatkan Ayla tipe D atau M tahun 2013-2014.
Sebagai pionir LCGC, Ayla menawarkan paket lengkap untuk kebutuhan komuter perkotaan.
Dibekali mesin 1.000 cc (1KR-DE) 3-silinder yang sudah mengadopsi teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), konsumsi bahan bakarnya sangat impresif, mampu mencapai 20 km/liter atau bahkan lebih, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.
Perawatannya pun tergolong mudah dan murah, dengan ketersediaan suku cadang yang melimpah. Pajak tahunannya juga sangat terjangkau, berada di kisaran Rp 1 jutaan.
Baca Juga: 3 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Masih Gagah dan Gak Malu Dipakai Nongkrong
"Daihatsu Ayla 1.0 D tahun 2014 cocok untuk pemula. Irit BBM dan biaya servisnya murah. Harganya mulai dari 50–55 jutaan."
2. Suzuki Karimun Wagon R (2014-2015)
Suzuki Karimun Wagon R sering dijuluki sebagai mobil dengan kabin yang "lega" berkat desainnya yang tinggi (tall boy). Ini menjadi keunggulan utama di kelasnya.
Untuk pasaran tahun 2014-2015, Karimun Wagon R tipe GA atau GL bisa didapatkan di angka Rp 60 jutaan atau sedikit di atasnya, tergantung kondisi.
Mesin K10B berkapasitas 998 cc 3-silinder yang digunakannya tidak hanya terkenal bandel, tetapi juga sangat hemat bahan bakar. Beberapa pengguna melaporkan konsumsi BBM-nya bisa tembus 22 km/liter untuk rute luar kota.
Tentu saja, mesin ini sudah injeksi. Salah satu keunggulan lainnya adalah biaya pajak tahunan yang sangat ringan, hanya sekitar Rp 1,2 jutaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim