Suara.com - Hyundai, produsen mobil asal Korea Selatan, mengaku bingung mengapa merek-merek mobil China bisa menjual mobil listrik dengan harga jauh lebih murah.
CEO Hyundai Australia, Don Romano baru-baru ini mengungkapkan kebingungannya soal harga mobil listrik China, yang bahkan setelah diekspor pun harganya masih tetap murah dibanding pesaing dari negara lain.
Romano, seperti dilansir dari The Drive, heran bagaimana merek seperti BYD, MG, Geely, hingga Leapmotor mampu menjual mobil listrik dengan harga puluhan ribu dolar lebih murah dibanding model Hyundai.
“Pertanyaannya adalah berapa lama mereka bisa mempertahankan harga serendah itu padahal kita semua menggunakan bahan baku dan peralatan yang sama?” kata Romano, dikutip dari Drive, Senin (11/08/2025).
Lebih lanjut, Romano bahkan mencurigai bahwa perusahaan-perusahaan China menjual mobil-mobil listrik mereka dengan harga murah meski harus menelan kerugian.
Tetapi ia yakin bahwa pada satu saat, para merek otomotif China juga akan menjual mobil dengan harga yang wajar.
"Pada akhirnya, biaya produksi akan mencapai titik keseimbangan dan yang membedakan harga kelak hanya biaya distribusi dan pemasaran," prediksi dia.
“Saya tidak tahu, selain dari apa yang saya baca soal campur tangan dan dukungan pemerintah. Yang jelas dalam jangka panjang semua akan setara,” tambah mengacu pada kebijakan insentif serta subsidi dari pemerintah China untuk produsen otomotif lokal.
Tahun lalu, Uni Eropa menetapkan tarif hingga 35,3 persen untuk mobil listrik buatan China setelah penyelidikan internal memberikan kesimpulan bahwa produk itu mendapat subsidi besar sehingga mengancam industri otomotif lokal.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Keluarga yang Muat 10 Orang, Segini Harga Bekas vs Baru
Di Amerika Serikat, tarif impor kendaraan listrik China bahkan dilipatgandakan oleh Presiden Joe Biden pada 2024 dari 25 persen menjadi 100 persen dengan alasan praktik dagang tidak adil dan harga ekspor yang dibuat terlalu rendah secara artifisial.
Di Australia, Geely EX5 menjadi salah satu mobil listrik termurah yang dibanderol mulai dari AUD40.990 atau sekitar Rp442 juta, hanya selisih kurang dari AUD2.000 dibanding Hyundai Tucson bermesin bensin.
Bahkan BYD Dolphin juga dijual lebih murah mulai AUD29.990 (Rp323 juta) dengan fitur yang lebih lengkap dan jarak tempuh lebih panjang dibanding Hyundai Inster yang dijual AUD39.000 (Rp420 juta).
Di sisi lain, Romano menegaskan bahwa Hyundai memilih fokus ke masa depan daripada terjebak membandingkan harga dengan pesaing.
Sebagai contoh, Kia yang merupakan bagian dari Hyundai, memproduksi SUV listrik EV5 di China untuk pasar Australia. Strategi itu membuat EV5 dijual mulai dari AUD56.770 atau sekitar Rp611 juta, jauh lebih murah dibanding EV6 buatan Korea yang dibanderol AUD72.590 (Rp781 juta).
Selain itu, Romano mengingatkan bahwa faktor distribusi dan logistik juga berpengaruh besar pada harga.
“Kalau impor dari India, biaya kirimnya akan berbeda. Bahkan di pelabuhan terkadang ada masalah seperti debu yang tidak ditemui di Korea atau China. Semua faktor ini harus diperhitungkan,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Ancaman Serius untuk BYD Atto 1? Hyundai Diam-Diam Siapkan si Mungil Listrik Calon Pesaing Baru
-
Bawa Nama Puncak Indonesia, Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Diproduksi Massal
-
Kuota Impor Habis di Akhir Tahun, Produsen Mobil Listrik China Harus Bangun Pabrik di Indonesia
-
Hyundai Rencanakan Bawa Mobil Baru Lengkapi Model Elektrifikasi Tahun Ini
-
Hyundai Tampilkan Ragam SUV Hybrid di GIIAS 2025, Siap Menangkan Hati Konsumen
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi
-
Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen
-
Lupakan Mesin 3 dan 4 Silinder, Begini Pesona Mobil Dua Piston asal Italia
-
Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar
-
Mitsubishi Destinator Padukan Mesin Turbo dan Efisiensi Bahan Bakar untuk Harian
-
Harga Sembako Terus Melambung, Yamaha Gear Ultima Jadi Solusi Pilihan Motor Irit dan Fungsional
-
Apakah Indomobil Tyranno Aman Lewat Banjir? Cek Hasil Tes Ekstremnya di Sini
-
Daya EV Terisi 70 Persen Dalam 5 Menit: Charger Kilat BYD Tiba di Negeri Tetangga, Indonesia Kapan?
-
Teruji di Papua Motor Listrik Yadea VELAX H yang Digunakan Wapres Gibran Kini Mejeng di Kemayoran
-
Canggih, Lampu Kabin Mobil Hyundai Bisa Musnahkan Bakteri: Begini Cara Kerjanya