Suara.com - Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan cerdas untuk mendapatkan kendaraan idaman dengan harga yang lebih terjangkau.
Namun, jangan sampai impian Anda berubah menjadi mimpi buruk karena salah memilih unit. Salah satu risiko terbesar adalah tanpa sadar membeli mobil bekas tabrakan yang sudah diperbaiki.
Tampilan luar yang mulus seringkali menipu, padahal di baliknya tersembunyi kerusakan struktur yang bisa berdampak pada keamanan dan kenyamanan berkendara.
Penjual yang kurang jujur mungkin akan menyembunyikan riwayat buruk kendaraannya demi mendapatkan keuntungan.
Oleh karena itu, sebagai calon pembeli cerdas, Anda wajib membekali diri dengan pengetahuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri mobil bekas tabrakan.
Dengan ketelitian, Anda bisa terhindar dari penipuan dan mendapatkan mobil bekas berkualitas.
Berikut adalah lima trik jitu yang bisa Anda terapkan saat berburu mobil bekas, agar tak menyesal di kemudian hari.
1. Periksa Detail di Kolong Mobil
Jangan hanya terpesona dengan bodi yang kinclong. Bagian pertama yang justru harus Anda periksa adalah kolong mobil.
Baca Juga: Jangan Tergiur Harga Murah, 6 Hal yang Wajib Diwaspadai saat Membeli Mobil Bekas
Area ini seringkali luput dari perhatian, padahal menyimpan banyak petunjuk penting.
Kolong mobil bisa menjadi saksi bisu riwayat sebuah kendaraan. Di sini akan terlihat mobil yang masih utuh dan bekas tabrakan. Pastikan tidak ada karat, bekas las-lasan atau bekas benturan.
Perhatikan dengan saksama bagian sasis dan area vital lainnya. Jika menemukan bekas perbaikan yang tidak rapi, sambungan las yang aneh, atau bahkan keropos, ini bisa menjadi indikasi kuat mobil pernah mengalami benturan keras.
2. Cermati Lekukan dan Nat Kap Mesin
Langkah selanjutnya adalah membuka kap mesin. Bukan hanya untuk melihat kondisi mesin, tetapi juga untuk memeriksa struktur di sekitarnya. Anda disarankan untuk memperhatikan lekukan pada kap mesin.
Dari situ akan ketahuan apakah kap mesin tersebut sudah pernah diganti, atau diperbaiki, bila diperbaiki biasanya ada bagian yang tidak rapi mulai dari lempengan, atau catnya.
Kap mesin yang sudah diperbaiki seringkali terlihat rapi dari atas, namun bagian dalamnya akan menunjukkan ketidaksempurnaan.
Selain itu, perhatikan celah atau nat antara kap mesin dengan bodi. Pastikan jaraknya presisi dan seragam di semua sisi. Celah yang tidak rata bisa menandakan bodi mobil sudah tidak simetris akibat tabrakan.
3. Amati Perbedaan Warna Cat
Ketidaksempurnaan pada proses pengecatan ulang adalah salah satu cara termudah untuk mendeteksi mobil bekas tabrakan.
Lakukan inspeksi di bawah cahaya yang cukup terang, idealnya di bawah sinar matahari. Perhatikan setiap panel bodi, mulai dari pintu, bumper, hingga atap.
Jika Anda menemukan adanya perbedaan corak, tingkat kecerahan, atau tekstur cat antara satu panel dengan panel lainnya, patut dicurigai bagian tersebut pernah dicat ulang.
Cat bawaan pabrik memiliki kualitas dan keseragaman yang sulit ditiru oleh bengkel cat biasa.
4. Rasakan Kualitas Karet Pintu dan Kaca
Karet-karet yang menempel pada pintu dan kaca juga bisa memberikan petunjuk. Tarik sedikit karet pada list pintu.
Pada mobil yang belum pernah mengalami perbaikan bodi, Anda akan melihat sambungan atau las titik (sealant) asli dari pabrikan yang rapi.
Sebaliknya, pada mobil bekas tabrakan, sealant ini mungkin akan terlihat berantakan, bergelombang, atau bahkan sudah diganti dengan dempul.
Selain itu, periksa semua merek kaca mobil. Idealnya, semua kaca memiliki merek yang sama, menandakan masih orisinal.
Jika ada satu atau dua kaca dengan merek berbeda, kemungkinan besar kaca tersebut pernah pecah dan diganti, yang seringkali disebabkan oleh benturan.
5. Cek Fisik Tulangan dan Struktur Rangka
Ini adalah bagian paling krusial. Periksa struktur tulangan di ruang mesin, bagasi, dan pilar-pilar mobil. Tulangan yang normal akan terlihat lurus, rapi, dan tanpa bekas perbaikan.
Waspadai jika Anda menemukan tulangan yang tampak bergelombang, ada bekas las yang kasar, atau bahkan dempul yang tebal.
Kerusakan pada rangka atau sasis tidak hanya mengurangi kenyamanan tetapi juga sangat berbahaya karena menyangkut keselamatan struktur utama kendaraan.
Jangan ragu untuk membawa mekanik atau ahli inspeksi mobil terpercaya jika Anda kurang yakin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Terpopuler: Harga Mobil Terancam Naik, HR-V Langka Raffi Ahmad Bikin Ngiler
-
Harga Motor Bebek dan Matic Suzuki untuk Varian Terbaru yang Masih Eksis
-
Harga Honda HR-V dari Tahun ke Tahun, Mulai Rp70 Jutaan Mana Varian Paling Worth It?
-
Bukan Sembarang Mobil Tua! Ini Spek Honda HR-V Gen 1 Kado Gading Marten untuk Raffi Ahmad
-
Harga Mobil Bakal Melonjak? Imbas Kebijakan Mendadak Tarif Global 10 Persen dari Presiden Trump
-
Indonesia dan AS Teken Perjanjian Dagang Impor Bioetanol, Peta Jalan Bioetanol Nasional Berubah?
-
Vario vs Stylo Mending Mana? Intip Harga Motor Matic Honda Semua Varian Lengkap dan Spesifikasinya
-
Jangan Asal Berhenti! Ini 3 Rahasia Istirahat Aman di Rest Area Agar Mudik Tetap Selamat
-
Harga Sama di Pasar Mobil Bekas, Pilih Suzuki Ertiga atau Innova Diesel untuk Mudik Lebaran?
-
Mending Revo atau Supra? Simak Harga Motor Bebek Honda Februari 2026