- Jutaan Mobil Honda Terancam Kena Recall
- Mesin Mobil Mati Mendadak
- Investigasi Mobi Honda
Suara.com - Badan keselamatan lalu lintas Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), kini tengah gencar melakukan penyelidikan awal terhadap sekitar 1,4 juta unit kendaraan Honda. Penyelidikan ini dipicu oleh ribuan laporan mengenai kegagalan mesin yang berujung pada kondisi kendaraan mati mendadak saat beroperasi di jalanan.
Fenomena ini tentu saja memicu kekhawatiran serius di kalangan pemilik Honda di Negeri Paman Sam. Laporan yang terus berdatangan ke NHTSA menunjukkan adanya pola kegagalan mesin yang signifikan, memaksa pihak berwenang untuk mengambil tindakan lebih lanjut demi menjamin keselamatan para pengendara.
Model Terkena Dampak
"Investigasi ini mencakup model-model terkena dampak seperti Odyssey (2018–2020), Pilot (2016–2020), Ridgeline (2017–2019), Acura MDX (2016–2020), dan Acura TLX (2018–2020)," demikian dilansir dari Carscoops, Rabu (27 Agustus 2025).
Daftar panjang ini mencakup berbagai jenis kendaraan populer, mulai dari MPV keluarga hingga SUV premium dan truk pikap, yang semuanya merupakan tulang punggung penjualan Honda di pasar Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan bahwa masalah yang dihadapi mungkin bersifat fundamental dan tidak terbatas pada satu jenis kendaraan saja.
Keraguan Terhadap Recall Sebelumnya
Sebelumnya, pada November 2023, Honda sebenarnya telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan penarikan kembali atau recall sekitar 249.000 kendaraan. Penarikan ini bertujuan untuk memperbaiki masalah serupa yang telah teridentifikasi.
Namun gelombang laporan baru mengenai kegagalan mesin yang terus berdatangan setelah recall tersebut membuat NHTSA meragukan efektivitas dan jangkauan kampanye perbaikan yang telah dilakukan.
"Sejumlah besar laporan baru mengenai kegagalan mesin membuat NHTSA meragukan bahwa recall tersebut telah mencakup semua kendaraan terdampak," ungkap pernyataan resmi NHTSA.
Baca Juga: Crosser Astra Honda Kembali Bawa CRF250R Melesat di Kejurnas Motocross
Ini menunjukkan bahwa masalah yang mendera Honda mungkin lebih luas dari perkiraan awal, atau perbaikan yang dilakukan sebelumnya belum sepenuhnya menuntaskan akar permasalahan.
Potensi Bahaya
Dokumen internal NHTSA mengungkapkan bahwa mereka telah menerima sekitar 3.000 laporan kegagalan mesin, baik dari konsumen secara langsung maupun melalui Honda. Angka ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan data laporan yang tersedia sebelumnya, mengindikasikan adanya eskalasi masalah yang memerlukan perhatian serius.
Sumber lain menambahkan bahwa pengawasan awal telah dimulai sejak 20 Agustus 2025, dan hingga kini NHTSA telah mencatat 414 laporan spesifik mengenai kegagalan mesin pada blok V6 3,5 liter (J-series) yang menjadi jantung dari banyak model yang diselidiki.
"Termasuk beberapa kejadian yang menyebabkan kecelakaan atau kebakaran. Walau belum ada laporan cedera atau meninggal dunia," demikian rincian yang diberikan.
Meskipun belum ada korban jiwa, potensi bahaya dari mesin yang mati mendadak di jalan raya, terutama pada kecepatan tinggi, tentu sangat mengkhawatirkan dan bisa berakibat fatal.
Investigasi awal ini akan menjadi penentu apakah NHTSA akan meningkatkan status penyelidikan menjadi analisis rekayasa, yang pada akhirnya dapat memaksa Honda untuk melakukan recall yang lebih besar dan komprehensif. Perkembangan selanjutnya dari penyelidikan ini tentu akan dinanti-nantikan oleh jutaan pemilik kendaraan Honda di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengingat reputasi Honda sebagai produsen kendaraan yang andal dan aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Nggak Antre! Begini Cara Praktis Cetak Bukti Bayar STNK Sendiri di Rumah setelah Bayar Online 2026
-
Waspada! Inilah Faktor yang Bikin Tombol di Dashboard Mobil Cepat Rusak
-
Spesifikasi Mitsubishi Xforce Hybrid: Mending Mana Lawan HR-V HEV dan Yaris Cross HEV?
-
Mitsubishi Siapkan Robot Perakit Mobil, Alasannya Tak Tertebak
-
Berapa Harga Sepeda Listrik? Ini 5 Rekomendasi yang Tangguh, Murah dan Awet
-
Torsi Honda New Vario Evo 160 Naik, Kok Suspensi Belakang Dibiarkan Keras?
-
Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif
-
5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
-
Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol
-
BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik