Saat membuka tutup oli, jika oli berwarna tidak normal (misalnya agak putih susu atau ada partikel air) itu bisa indikasi air sempat masuk ke ruang mesin.
7. Harga terlalu murah dibanding pasar
Jika unit yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar normal untuk merk & tipe tersebut, waspadalah. Bisa jadi itu penjual berusaha menjual mobil bermasalah agar cepat laku.
8. Riwayat mobil & asal daerah rawan banjir
Periksa dokumen kendaraan lama, alamat pemilik sebelumnya. Jika mobil berasal dari area yang sering kebanjiran, kemungkinan bekas banjir akan lebih tinggi.
Ciri Mobil Bekas Tabrak yang Berbahaya
Mobil bekas tabrakan bisa diperbaiki tampilan luar, tetapi kerusakan struktur bisa membahayakan keselamatan. Berikut tanda-tanda red flag mobil bekas tabrak:
1. Warna cat tidak seragam / belang panel
Jika satu panel tampak biasanya “lebih cerah” atau finishing cat sedikit berbeda dibanding bagian lain, kemungkinan panel itu pernah diganti atau dicat ulang setelah kecelakaan.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Siagakan 1.200 Pompa Hadapi Ancaman Hujan Ekstrem Dua Hari ke Depan
2. Celah panel tidak rata / tidak simetris
Celah antara kap mesin, pintu, fender, bagasi — jika tidak rata atau ada perbedaan jarak antar panel dibanding sisi yang sama — bisa jadi tanda mobil pernah ditabrak dan disusun ulang.
3. Bekas las atau tambalan pada rangka / sasis
Perbaikan struktural sering dilakukan lewat pengelasan. Cek di bagian kolong, rangka bawah, area sambungan. Jika ada bekas las, pengelasan ulang, atau tambahan plat logam, ini red flag.
4. Tulangan bodi / rangka bajakan / tidak lurus
Siluet bodi yang agak melengkung, bagian sasis yang tidak rata, atau kerangka yang sedikit bengkok bisa menandakan tabrakan besar di masa lalu.
5. Detail kecil bermasalah di engsel / sealer
Engsel pintu / kap mesin / bagasi yang tampak dicat ulang, sealer asli hilang atau tidak rapat lagi, plat dudukan karet bantalan (seperti dudukan karet bagasi) yang retak atau keriting, pertanda pernah mengalami benturan.
6. Tes jalan menunjukkan penyimpangan arah / getar
Saat test drive, jika mobil menarik ke satu sisi, stang terasa tidak stabil, getaran atau suara “gemeretak” terdengar, bisa jadi rangka sudah tidak presisi akibat perbaikan kurang baik.
7. Komponen pengencang / baut terlihat baru / tidak seragam
Jika baut-baut penting seperti baut kolong, baut sasis, atau baut bodi tampak lebih baru atau berbeda jenis dibanding bagian lain, mungkin itu indikator bahwa bagian itu pernah dibongkar untuk perbaikan akibat benturan.
Tips agar Tak Keliru Membeli Mobil Bekas
Mintalah inspeksi oleh mekanik independen sebelum membeli.
- Test drive menyeluruh: dengarkan suara mesin, rasakan handling, tes pengereman.
- Periksa cat dengan alat ukur / ketebalan cat untuk mendeteksi cat ulang.
- Buka interior (karpet, panel, jok) agar bisa melihat bagian tersembunyi yang mungkin terlupakan.
- Coba fungsi kelistrikan: lampu, wiper, audio, AC, indikator.
- Cek riwayat servis & surat kendaraan, tanya tentang riwayat perubahan atau kerusakan besar.
Mobil bekas dengan red flag, baik itu bekas banjir maupun bekas tabrakan, membawa risiko kerusakan tersembunyi yang bisa menguras biaya perbaikan.
Dengan mengenali ciri-ciri di atas secara seksama sebelum membeli, Anda bisa menghindari jebakan. Mobil bekas yang aman bukan mobil tanpa cacat, tapi mobil yang cacatnya diketahui dan sudah diperbaiki dengan standar baik.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Pemprov Jakarta Siagakan 1.200 Pompa Hadapi Ancaman Hujan Ekstrem Dua Hari ke Depan
-
Rekomendasi Mobil Bekas Rp50 Jutaan di Surabaya, Nomor 2 Bikin Tergoda
-
Cari Mobil Bekas Murah? Ini Rekomendasi Rp50 Jutaan di Semarang
-
Mobil Bensin dan Hybrid Masih Jadi Pilihan di Tengah Gempuran Mobil Listrik
-
Toyota Avanza 2020: Kok Masih Jadi Rebutan? Ini Rahasia Harga Bekasnya!
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Komponen Mobil Diesel yang Perlu Diperhatikan saat Beralih ke B50
-
IMI Awards 2025 Digelar, Drifter Muda Obell Raih Penghargaan
-
IMI Awards Apresiasi Industri hingga Atlet Otomotif Nasional
-
Strategi Changan Gempur Pasar Otomotif Nasional Melalui Deepal S05 dengan Teknologi REEV dan BEV
-
Bocoran Spesifikasi dan Harga Leapmotor B10 yang Segera Melantai di GIIAS 2026
-
4 Motor 150cc Termurah dan Irit buat Pelajar, Apa Opsinya?
-
Hyundai Pastikan IONIQ 3 Siap Melantai di GIIAS 2026
-
Dulu Sungkan Merger Kini Mau Jadi Partner, Honda dan Nissan Siap Kembangkan Kendaraan 'Next Gen'
-
Akun Mazda Indonesia Tertangkap Promosikan Crypto Casino, Kok Bisa ?
-
Kejutan! Ternyata Ini Mobil Terlaris Suzuki 2026, Bukan Ertiga atau Fronx