- Maraton Vietnam: Riset E5 satu dekade, baru berani intip E10. Ini soal perhitungan, bukan kecepatan.
- Sprint Indonesia: Target E10 cuma 2-3 tahun, sebuah langkah nekat atau justru manuver jenius?
- Kunci di Pom Bensin: Sukses atau tidaknya program ini ada di kesiapan infrastruktur, bukan cuma soal tebu.
Sebelum bicara target, mereka sibuk memodernisasi kilang pencampuran, tangki penyimpanan di SPBU, dan memastikan teknologinya siap total. Fondasi dulu, baru bangun gedung.
Langkah Vietnam ini adalah sebuah masterclass tentang manajemen risiko.
Mereka tidak mau ada drama mesin mogok massal atau kelangkaan pasokan di kemudian hari.
Indonesia: Ambisi Sprint di Tikungan Tajam
Sekarang, mari kita lihat garasi kita sendiri. Indonesia baru saja "memanaskan mesin" dengan Pertamax Green 95 (E5) pada 2023. Tapi pedal gas sudah diinjak dalam-dalam, menargetkan E10 bisa mengaspal nasional pada 2027 atau 2028.
"Ke depan kita akan mendorong untuk ada E10. Kemarin malam sudah kami rapat dengan Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatory 10 persen etanol," ungkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan penuh optimisme.
Keyakinan ini bagus. Namun, di sinilah alarm bagi para penggiat otomotif dan konsumen berbunyi.
"Ya, 2-3 tahun terhitung sekarang ya. Jadi kita harus hitung baik-baik dulu," tambah Bahlil.
Kalimat "harus hitung baik-baik dulu" ini krusial.
Baca Juga: Terpopuler: Nissan Siapkan Pesaing HR-V, Tandingan Jimny dengan Harga Miring
Apakah infrastruktur pom bensin kita dari Sabang sampai Merauke siap?
Bagaimana dengan ketahanan pasokan tebu agar tidak mengganggu stok gula? Dan yang terpenting, bagaimana nasib jutaan mesin kendaraan kita yang mungkin belum "bersahabat" dengan E10?
Pada akhirnya, ini bukan sekadar balapan siapa yang lebih dulu mengumumkan kebijakan.
Ini adalah tentang siapa yang mampu memastikan transisi energi ini berjalan mulus, aman, dan tidak merugikan rakyatnya.
Karena dalam balapan ketahanan ini, pemenangnya adalah yang sampai di garis finis dengan selamat, bukan yang paling cepat tapi mogok di tengah jalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Solusi Pasutri Muda! 6 Mobil Bekas Irit yang Lincah di Gang Sempit dan Ramah Kantong
-
Rupiah Tembus Rp17.400: Mending Beli Honda BeAT, Genio, atau Scoopy Buat Ngantor?
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Harga Honda ADV 160 Baru vs Aprilia SR GT 200 Bekas Selisih Tipis, Mana yang Lebih Layak Dilirik?
-
Tips Aman Touring Motor Lintas Pulau Tanpa Kendala, Lakukan Persiapan di Bengkel Resmi
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina