- Motor murah makin laris di Asia, tapi Ducati menolak ikut tren.
- Filosofi Ducati: fokus pada gaya, performa, eksklusivitas, bukan volume penjualan.
- Strategi Ducati: tetap premium, produksi terbatas, dan merangkul anak muda lewat motor performa & motocross.
Kapasitas Produksi Terbatas
Ducati juga realistis soal kapasitas pabrik. Dengan ukuran perusahaan yang relatif kecil dibanding raksasa Jepang, mereka tidak bisa bersaing dalam hal volume produksi.
Fabbri bahkan menyebut Ducati tidak mengejar angka penjualan besar, karena kapasitas pabrik saat ini hanya sedikit di atas kebutuhan produksi yang ada.
Strategi Berbeda untuk Generasi Muda
Meski tidak masuk ke segmen motor murah, Ducati tetap ingin merangkul pengendara muda. Caranya dengan menghadirkan motor ber-cc lebih rendah namun tetap berperforma tinggi, serta masuk ke dunia motocross.
Strategi ini diharapkan bisa memperkenalkan DNA Ducati sejak awal tanpa harus mengorbankan citra premium.
Di saat banyak merek besar berlomba-lomba menggarap pasar motor murah, Ducati memilih untuk tetap setia pada identitasnya. Mereka tidak ingin mengais volume penjualan dengan mengorbankan filosofi “style, sophistication, and performance”.
Keputusan ini mungkin membuat Ducati kehilangan potensi pasar besar, tapi di sisi lain menjaga eksklusivitas dan prestise yang menjadi daya tarik utama merek asal Italia ini.
Bagi Ducati, lebih baik menjual sedikit tapi tetap premium, daripada ramai-ramai di segmen murah dan kehilangan jati diri.
Sebuah strategi yang berani, sekaligus bukti bahwa tidak semua merek harus mengikuti arus tren pasar.
Berita Terkait
-
Federal Racing Matic Kini Kantongi Standar API SN untuk Perlindungan Motor Matic
-
Dompet Aman, Motor Tetap Jalan: 5 Cara Cerdas Hemat Bensin yang Sering Diabaikan
-
Yamaha Grand Filano Minggir Dulu, Skutik Retro Rp 13 Jutaan Solusi Anak Muda, Ringan dan Irit
-
7 Motor Bekas Tahun Muda Paling Bandel untuk Mobilitas Kerja Lintas Kota
-
Honda dan Yamaha Peringatkan Pemerintah Vietnam: Industri Roda Dua Bisa Runtuh
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Insentif Mobil Listrik Berbasis Bahan Baku Lokal, Toyota: Industri Domestik Siap?
-
5 Motor Matic Kecil untuk Wanita, Cocok buat Belanja hingga Ngampus
-
Dibuka Pekan Depan, IIMS 2026 Dibanjiri Brand Otomotif Asal China
-
Langkah Strategis Mazda Hadirkan Dealer Standar Global di Mataram
-
Terpopuler: Fitur Baru Xpander Makin Stabil di Tikungan, Mobil Gampang Dirawat Jarang ke Bengkel
-
7 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Ibu-Ibu yang Lincah dan Gesit, Mulai Rp60 Jutaan
-
7 Mobil Mungil yang Gampang Dirawat dan Tidak Sering ke Bengkel
-
Mengenal Teknologi AYC yang Bikin Mitsubishi Xpander Terbaru Makin Stabil di Tikungan
-
4 Mobil Bekas Toyota dari yang Mewah dan Reliabel hingga Super Langka, Mesin Serba Mirip!
-
Beli Mobil Bekas Pajak Mati, Bagaimana Mengurusnya? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan