Otomotif / Mobil
Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:10 WIB
JETOUR T2 di pameran otomotif GIIAS 2025. (Foto: SUARA.com/Manuel Jeghesta)
Baca 10 detik
  • Jetour Sales Indonesia akan meluncurkan SUV Jetour T2 berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pertengahan tahun ini.
  • Keputusan ini didasari pergeseran minat konsumen di pasar otomotif Indonesia menuju kendaraan elektrifikasi.
  • Jetour T2 PHEV adalah SUV petualang tangguh dengan mesin 1.5L turbo, mampu hasilkan tenaga gabungan lebih 296 HP.

Suara.com - Jetour Sales Indonesia memberikan sinyal kuat untuk segera meramaikan pasar otomotif nasional melalui peluncuran Jetour T2 PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle pada pertengahan tahun ini. Langkah strategis tersebut diambil seiring dengan tren pabrikan asal China yang semakin gencar menghadirkan kendaraan ramah lingkungan dengan performa mumpuni.

Teknologi PHEV dianggap sebagai jembatan paling ideal menuju era elektrifikasi penuh karena tetap menawarkan mesin bensin namun memiliki kemampuan berkendara dengan tenaga listrik murni. Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menjelaskan bahwa keputusan ini didasari oleh pergeseran preferensi konsumen di tanah air.

"Kalau melihat permintaan di pasar, khususnya pada segmen Jetour, memang ada pergeseran minat dari ICE ke PHCV. Karena itu, kami melihat ada potensi di segmen tersebut," kata Ranggy di Jakarta, belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa pihak internal sudah melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk memboyong varian elektrifikasi ini ke Indonesia.

"Kami juga sudah melakukan riset internal. Tujuan kami adalah menghadirkan opsi baru bagi konsumen di segmen ini, dan kami percaya permintaannya memang ada,” ungkapnya.

Secara karakter, Jetour T2 PHEV tetap mengusung identitas sebagai SUV petualang yang tangguh namun tetap memberikan kenyamanan maksimal untuk penggunaan harian. Ranggy menyebut mobil ini sangat fleksibel untuk berbagai kondisi jalanan di Indonesia.

“Kalau kita bicara SUV, sebenarnya ini masuk kategori light off-road. Jadi konsepnya lebih ke kendaraan untuk petualangan," ujarnya.

Meskipun memiliki tampilan yang gagah, Jetour memposisikan unit ini sebagai kendaraan yang bisa diandalkan baik di jalur perkotaan maupun medan semi off-road.

"Kami tidak bisa mengatakan bahwa ini SUV yang benar-benar fokus ke off-road berat. Namun kendaraan ini bisa digunakan di dua ‘alam’,” kata Ranggy.

Baca Juga: Pengakuan Pemilik JETOUR T2 Setelah Pemakaian Harian di Indonesia

Varian PHEV ini diperkirakan akan menggendong mesin 1.5 liter turbo yang dipadukan dengan motor listrik serta baterai berkapasitas besar. Kombinasi tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga gabungan hingga lebih dari 296 HP yang membuat performanya semakin gahar namun tetap efisien dan ramah lingkungan.

Load More