Otomotif / Motor
Kamis, 13 November 2025 | 10:03 WIB
Bobibos bahan bakar dari jerami [Instagram]
Baca 10 detik
  • Bobibos adalah bahan bakar dari jerami buatan anak Indonesia.
  • Bahan bakar ini diklaim beroktan tinggi dan ramah lingkungan.
  • Bobibos masih dalam tahap uji sebelum dipasarkan massal.

Suara.com - Dunia otomotif dan energi Tanah Air tengah dihebohkan dengan kemunculan Bobibos, sebuah bahan bakar alternatif buatan anak bangsa yang diklaim ramah lingkungan dan punya performa tinggi.

Nama Bobibos sendiri merupakan akronim dari “Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!”, yang menunjukkan semangat inovasi dan kebanggaan lokal.

Produk ini ramai diperbincangkan sejak awal November 2025 setelah diperkenalkan ke publik sebagai alternatif pengganti bensin.

Tak seperti bahan bakar fosil yang berasal dari minyak bumi, Bobibos terbuat dari bahan alami seperti jerami dan biomassa tanaman yang melimpah di Indonesia.

BBM ramah lingkungan baru, Bobibos. [Instagram].

Bahan Bakar dari Jerami yang Ramah Lingkungan

Bobibos dikembangkan dengan konsep biofuel  yakni bahan bakar nabati yang dihasilkan dari sumber daya alam terbarukan. Jerami, limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan, menjadi bahan dasar utama pembuatan Bobibos.

Melalui proses teknologi fermentasi dan pemurnian tertentu, jerami diubah menjadi cairan bahan bakar beroktan tinggi.

Menurut pengembangnya, M. Ikhlas Thamrin, Bobibos memiliki angka oktan atau RON mendekati 98, setara dengan bensin performa tinggi di pasaran.

Selain itu, emisi gas buang yang dihasilkan diklaim jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar konvensional, sehingga lebih ramah lingkungan dan berpotensi menekan polusi udara.

Baca Juga: 6 Fakta BBM Bobibos yang Bikin Geger, Pertamina Sampai Buka Suara

Inovasi Anak Bangsa yang Bikin Bangga

Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap energi hijau dan isu perubahan iklim, lahirnya Bobibos menjadi bukti nyata kemampuan inovator lokal dalam menciptakan solusi energi masa depan.

Produk ini dirancang dan dikembangkan sepenuhnya oleh tim peneliti Indonesia, dengan visi untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Lebih dari sekadar inovasi teknologi, Bobibos juga membawa potensi ekonomi besar. Dengan bahan baku yang berasal dari hasil pertanian lokal, kehadirannya dapat memberikan nilai tambah bagi petani jerami serta membuka peluang baru di sektor energi terbarukan.

Masih dalam Tahap Uji dan Sertifikasi

Meski menarik perhatian publik, Bobibos saat ini belum tersedia secara komersial di SPBU karena masih menjalani uji teknis dan sertifikasi resmi dari lembaga terkait seperti Lemigas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM).

Proses ini penting untuk memastikan kualitas, keamanan, serta kompatibilitas bahan bakar terhadap mesin kendaraan.

Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pemerintah belum mengambil keputusan untuk produksi massal karena masih dalam tahap kajian menyeluruh.

“Kita lagi pelajari dulu ya,” ujarnya usai rapat dengan Komisi VII DPR RI pada Selasa 11 November 2025.

Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun potensi besar, langkah selanjutnya masih menunggu hasil evaluasi lengkap.

Kehadiran Bobibos menjadi angin segar di tengah upaya global menuju energi berkelanjutan. Jika pengujian dan sertifikasi berjalan lancar, bukan tak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia bisa menjadi negara pelopor dalam penggunaan bahan bakar nabati berbasis jerami.

Inovasi ini tak hanya menjawab tantangan krisis energi, tapi juga mencerminkan semangat nasionalisme baru bahwa produk buatan anak negeri mampu bersaing di tingkat dunia.

Jadi, siap-siap saja, Bos! Mungkin tak lama lagi, kendaraan di jalan raya bakal pakai bahan bakar hasil karya anak bangsa sendiri

Load More