Otomotif / Mobil
Kamis, 20 November 2025 | 16:02 WIB
Toyota Kijang Doyok. (Dok. Toyota)

Suara.com - Toyota Kijang termasuk brand mobil legendaris yang masih memiliki banyak peminat sampai sekarang. Desain unik cenderung kotak-kotak hingga regenerasi menjadi lebih stylish bikin customer semakin enggan berpaling.

Di tengah gempuran berbagai merk mobil hingga perubahan desain Toyota Kijang yang semakin berkelas karena mengikuti tren pasar. Generasi awal masih tetap menjadi incaran pelanggan setia.

Kepopuleran Toyota Kijang gen awal di pasaran mobil bekas Tanah Air tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti ketangguhan mesin, perawatan mudah, suku cadang melimpah dan terjangkau.

Uniknya lagi, Kijang generasi awal masih bisa dimodifikasi. Sehingga tampilannya lebih stylish yang disesuaikan untuk kebutuhan pengguna, sekedar koleksi, niaga hingga mobilitas harian.

Soal harga beli mobil Kijang generasi awal umumnya berada pada kisaran Rp 20 juta ke atas tapi tidak melebihi Rp 40 juta. Apa saja tipenya? Simak uraian singkat berikut.

1. Toyota Kijang Buaya (1977-1981)

Toyota Kijang Buaya/Carmudi

Toyota Kijang buaya termasuk produksi generasi pertama dengan bentuk yang unik, ciri khas terletak pada kap mesin menyerupai moncong buaya.

Mobil tersebut masih laris di pasaran, karena fungsinya sebagai kendaraan niaga sederhana tapi multifungsi. Harga terjangkau Rp 20 juta, biaya perawatan murah.

Meskipun generasi awal tetap gahar melintasi berbagai kondisi jalan, karena dukungan mesin tipe 3K, kapasitas 1200 CC, transmisi 4 percepatan.

Sebagai tambahan informasi selama 4 tahun berturut-turut, sejak awal peluncuran model kap buaya tersebut sudah terjual 26.806 unit.

Baca Juga: 5 Mobil Bekas dengan Ground Clearance Tinggi, Cocok untuk Medan Berat

Selain sebagai kendaraan niaga, mobil ini sering dibeli untuk keperluan koleksi karena modelnya cenderung klasik tapi menyimpan nilai artistik.

2. Toyota Kijang Doyok (1981-1986)

Toyota Kijang Doyok /Buol Online

Desain Toyota Kijang Doyok, sekilas memang mirip dengan buaya. Tapi, engsel pintu lebih rapi dan jendelanya pakai kaca. Kemiripan tersebut juga sebagai penanda bahwa mobil diproduksi pada tahun kedua.

Nama Doyok sendiri bukan sembarangan memberi julukan saja, melainkan mengandung nilai historis. Bentuknya yang kotak sangat mirip karakter kartun Doyok populer pada waktu itu.

Selain itu, mobil Kijang Doyok sempat menjadi ikon kendaraan keluarga karena desain sederhana tapi fungsional untuk berbagai keperluan.

Kendaraan seharga Rp 20 juta ini dikenal sebagai mobil sejuta umat pada masanya dan berhasil membukukan penjualan sebesar 100.000 unit selama 5 tahun berturut-turut.

Saat awal launching, mesin menggunakan kapasitas 1.3L (4K), lalu di upgrade 1.5L (5K) untuk versi facelift pada tahun 1983.

Seiring berjalannya waktu, fiturnya juga mengalami perkembangan berupa penambahan AC, perbaikan transmisi, sistem rem lebih baik.

Bahkan banyak karoseri yang mulai ikut mengerjakannya, lalu diubah menjadi mobil penumpang maupun minibus.

3. Toyota Kijang Super (1986-1996)

Toyota Kijang Super/Astraotoshop.com

Toyota Kijang Super sebagai penanda mobil keluaran generasi ketiga, dengan desain yang jauh lebih baik, diperuntukkan sebagai kendaraan pribadi atau keluarga.

Bahkan, menjadi salah satu mobil paling favorit pada masanya, andalan keluarga. Karena mampu memberikan kenyamanan maksimal, bahan bakar lebih efisien dan tangguh.

Toyota Kijang Super tergolong kendaraan mentereng waktu itu, sebab sudah mengadopsi teknologi canggih berupa full pressed body (FPB).

Sehingga, menghasilkan body lebih presisi, kuat dan ringan.

Mesinnya juga tidak kalah tangguh menggunakan 5K 1500cc, lalu diperbaharui dengan mesin 7K 1800cc untuk model facelift.

Dari sisi model mobil secara keseluruhan cenderung modern dengan body luwes serta sudut-sudut lebih eye catching.

Tersedia dua tipe yaitu pick up dan minibus dengan rentang harga beli mulai Rp 30 juta hingga Rp 40 juta.

Perubahan dari tipe Doyok menjadi Super bukan tanpa alasan. Tujuan utamanya untuk mobil keluarga fungsional, tangguh, nyaman, kompatibel dipakai perjalanan jauh luar kota.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More