Otomotif / Mobil
Rabu, 31 Desember 2025 | 14:56 WIB
Nissan Latio. (Suara.com/Gemini AI)

Suara.com - Nissan Latio merupakan salah satu mobil bekas hatchback yang jarang terlihat di jalanan Indonesia,.

Mobil ini dikenal sebagai versi hatchback dari Nissan Tiida, dengan karakter yang lebih mengutamakan kenyamanan, kepraktisan, dan efisiensi untuk penggunaan harian.

Hingga saat ini, Nissan Latio tak banyak ditemui di pasar mobil bekas dan bisa menjadi pilihan unik bagi konsumen yang mencari mobil kompak dengan ruang kabin lega dan mesin yang relatif bandel.

Dari sisi harga seken, Nissan Latio tergolong sangat terjangkau. Di pasar mobil bekas Indonesia, harga Nissan Latio umumnya berada di kisaran Rp50 juta hingga Rp70 juta, tergantung tahun produksi, kondisi kendaraan, dan tipe transmisi.

Varian manual biasanya dijual lebih murah dibandingkan versi otomatis. Faktor lain yang memengaruhi harga adalah kondisi mesin, kaki-kaki, serta kelengkapan dokumen dan riwayat perawatan.

Dengan harga tersebut, Nissan Latio sering menjadi alternatif bagi pembeli mobil pertama atau keluarga kecil yang membutuhkan kendaraan praktis dengan biaya kepemilikan rendah.

Konsumsi BBM dan Pajak Tahunan

Nissan Latio tergolong cukup efisien untuk mobil bermesin 1.6 liter. Untuk penggunaan dalam kota, konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 9–11 km/liter, tergantung kondisi lalu lintas dan gaya berkendara.

Sementara untuk perjalanan luar kota atau jalan tol dengan kecepatan stabil, konsumsi BBM dapat mencapai 14–16 km/liter.

Baca Juga: 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang

Versi transmisi manual umumnya sedikit lebih irit dibandingkan otomatis, namun perbedaannya tidak terlalu signifikan dalam penggunaan normal.

Mengenai pajak tahunan, Nissan Latio termasuk mobil dengan biaya pajak yang relatif ringan. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) per tahun umumnya berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, tergantung tahun produksi, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), serta kebijakan pajak di masing-masing daerah.

Nominal tersebut belum termasuk SWDKLLJ yang biasanya sekitar Rp143 ribu. Dengan pajak yang terjangkau dan perawatan yang relatif mudah, Nissan Latio masih menjadi pilihan rasional di pasar mobil bekas hingga saat ini.

Nissan Latio. (Suara.com/Gemini AI)

Spesifikasi Mesin dan Interior

Nissan Latio di Indonesia umumnya dibekali mesin bensin 1.6 liter HR16DE, 4 silinder, DOHC, yang juga digunakan pada beberapa model Nissan lainnya.

Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 109 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimal 153 Nm pada 4.400 rpm.

Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan melalui pilihan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan.

Karakter mesin HR16DE dikenal halus dan cukup responsif, terutama pada putaran menengah, sehingga nyaman digunakan baik di dalam kota maupun perjalanan luar kota.

Dari segi performa berkendara, Nissan Latio lebih menonjolkan kenyamanan dibandingkan kesan sporty. Akselerasinya terasa cukup untuk penggunaan harian, dengan respon gas yang halus dan tidak terlalu agresif.

Suspensi Latio cenderung empuk, membuatnya nyaman saat melintasi jalan berlubang atau tidak rata. Handling-nya juga cukup stabil untuk sebuah hatchback, meskipun bodinya terasa sedikit limbung saat bermanuver cepat.

Karakter ini membuat Nissan Latio cocok untuk pengemudi yang mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan.

Masuk ke bagian interior, Nissan Latio dikenal memiliki ruang kabin yang lega di kelasnya. Ruang kepala dan kaki penumpang, baik di baris depan maupun belakang, tergolong luas untuk ukuran hatchback.

Desain dashboard terkesan sederhana namun fungsional, dengan tata letak tombol yang mudah dijangkau. Material interior didominasi plastik keras, tetapi kualitas perakitannya cukup baik dan terasa solid.

Beberapa fitur standar yang tersedia antara lain AC, power window, sistem audio dengan CD player dan AUX, serta tilt steering pada varian tertentu.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More